Thursday, July 24, 2008

jadi anggota KPPS

kira-kira udah sedari sebulan yang lalu ibu mendaftarkan saya menjadi anggota KPPS untuk TPS di kampung saya. dengan iming-iming dapet persekot 100rb (dipotong 15%) *huhuhu..* saya mengiyakan saja. bukan karena persekot *meskipun lumayan buat isi pulsa dan bayar utang*, tapi juga karena mengabdi ke masyarakat.. maklum, masyarakat di kampung saya rata-rata sudah memasuki usia lansia yang ber-KTP seumur hidup, sedangkan mereka yang usia produktif banyak yang bekerja atau bersekolah di luar kota.

dikarenakan jadwal shift kantor dan kesibukan baru sebagai jobseeker *juga hang out ma temen* saya sering melewatkan rapat penyuluhan anggota KPPS... tapi saya bisa mengejar semua informasi melalui buku panduan yang saya baca berulang-ulang juga rapat koordinasi KPPS di TPS 10 (kampung saya), so saya tau apa tugas dan kewajiban saya.

tanggal 23 kemaren saya bertugas mencatat administrasi kegiatan pemungutan suara berdasarkan logistik Berita Acara yang sudah dibagikan. buseettt... untuk gubernur ada 11 set (terdiri dari 10 macem blanko) dan untuk walikota ada 7 set. huaaaa... jadi kerjaan saya adalah menulis menulis dan menulis.

di kampung saya, dari 553 orang yang tercatat di DPT, hanya 357 orang yang menggunakan hak suara-nya. 196 tidak menggunakan hak suaranya bisa dikarenakan berbagai alasan...
- memilih untuk jadi golput... karena ga kenal kandidat, karena males dateng ke TPS *seperti kakak saya*
- beliau-beliau nya tidak bisa datang... karena bekerja, dan ada urusan lain
- beliau-beliau nya berhalangan hadir... karena kondisi kesehatan beberapa lansia tidak bisa datang ke TPS, dan pemungutan suara tidak bisa diwakilkan.

jumlah suara dari TPS kampung saya 379 (ditambah dengan mutasi 22 orang). dari 379 kartu suara, 22 kartu dinyatakan tidak sah, dikarenakan...
- mencoblos lebih dari satu pasangan tidak dalam kotak yang sama... bisa karena bingung, karena gemas dengan kelima-nya, karena golput, karena ga paham cara mencoblos
- dicoblos pake puntung rokok.. hakakaka, dudul..
- tidak dicoblos sama sekali...
>>> evaluasi untuk sosialisasi cara mencoblos

saya paling heran dengan para Saksi di TPS saya kemaren... beberapa ada yang tidak tau dia mewakili siapa. ketika saya men-data ulang untuk daftar hadir TPS, ada yang kebingungan. dia tau no urut pasangannya, tapi tidak tau namanya... ada lagi, dia tau nama pasangannya, tapi tidak tau no urut nya... oh my Gosh...
ketika mereka meminta salinan arsip Berita Acara, sambil menyerahkan saya iseng menanyakan "berdasarkan mandat-nya, mas mau minta formulir kode yang mana aja? silakan di-cek dulu kelengkapannya..."
beliaunya cuman a u i e o dan bilang "ga tau.. ya yang mbak kasih ke saya ini kan"
wew please deh... udah gitu pada ga sabaran lagi, huh... menyebalkan.

yang jelas kemaren capeeekkk banget. molai jam 5.30 mpe 16.30. yah lumayan TPS 10 bisa dibilang cepet proses-nya. gimana pun hasil pilkada nya.. mudah-mudahan lebih baik ik ik di berbagai hal...

6 comments:

sluman slumun slamet said...

KPPS pahlawan tanpa tanda jasa
:D

Gelandangan said...

salut buat mbak :D
betul tuh mas slamet pahlawan tampa tanda jasa

katlea said...

yap, semoga indonesia jadi jauh lebih baik, minimal dengan pilihan pada pemimpin yang tepat aja, udah terlalu kesian ama orang2 kecil disekeliling kita, sementara kita sendiri juga gak bsia berbuat banyak :)

Fanya Ardianto said...

jadi, di TPS 10 siapa yang unggul Yan? ;)
*kabur*

mantan kyai said...

jadi..pemenangnya adalah???? hihihi

Aryo Sanjaya said...

yang aku geregetan tuh masyarakat yang mengaku intelek tapi lebih memilih golput. lha emang ini negara/propinsi siapa? gitu kok ya ndak keluar dari wilayah ini saja.