Thursday, January 23, 2014

maturing

sebatang kara.
seperti ungkapan di film-film atau sinetron ya. menjelaskan hidup seorang diri tanpa sanak saudara. hari demi hari pun berjuang untuk hidup.

jujur sesekali aku merasa demikian. terutama ketika lagi sensitif, sedang sakit atau merasa bingung menghadapi sesuatu.
bagaimana tidak, kerja di jakarta, jauh dari kampung halaman *ya jaman sekarang ga jauh sih, sebatas 16jam naik kereta api, atau Rp 600ribuan naik pesawat*, ibu sudah tiada, menyusul ayah yang baru saja berpulang, tersisa kakakku yang jarang menasehati aku.

tabah. sabar. tough. fighter. adalah beberapa kata sifat yang seringkali orang lontarkan padaku. sesekali aku tidak percaya, benarkah itu yang mereka lihat dari diriku.
rapuh. ragu. bingung. kesepian. adalah beberapa kata sifat yang sesekali aku lihat pada diriku.
beruntunglah aku adalah orang yang menyukai keseimbangan. tawakal dan berpikir positif adalah beberapa hal that keep me sane dan mempertebal keyakinan ku terhadap Tuhan. mungkin itu yang terlihat oleh orang disekitarku, meski sesekali aku melihat diriku sebagai kebalikan dari apa yang mereka lihat.

Tuhan Maha Adil. ditempatkan-Nya aku diantara orang-orang yang baik. teman kantor, teman kost, teman di jakarta, teman di kampung halaman... semuanya orang baik dan bermanfaat ilmunya yang syukurlah tidak pernah menjerumuskan ku dalam jalah yang salah. Tuhan menjagaku melalui orang-orang terbaiknya di sekitarku.

all i have to do now is learn to trust them. seperti aku percaya Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar untukku. karena Tuhan tidak pernah berpaling dari umatnya.
ketidak abadian membuatku ragu untuk mempercayai orang. berpulangnya ibu mematahkan hatiku, membuatku membangun dinding kasat mata terhadap sekitarku karena aku tidak ingin patah hati lagi ketika sesuatu tak berjalan seperti harapan.
berpulangnya ayah dalam waktu dekat ini sepertinya membuatku mempertebal dinding itu.

manusia berencana, ketetapan Tuhan lah yang berlaku. aku harus menyadari dan melaksanakan hal ini. pastinya atas kuasa Tuhan lah, aku menuliskan TRUST dalam resolusi tahun baru ku. ternyata itu semua mengarah dan mempersiapkanku untuk tabah ketika Tuhan memutuskan mengambil ayah di awal tahun ini.

i should start to bring down my bridge of trust to the people suround. let them not just see my kindness outside, but also feel it from the inside.
i should remember that everything outside my plan is God's plan that i should accept. all thing happen for my own kind, to be more stronger in my faith and stronger as a person.

maturing is such a pain in the ass right, hahaha... but if we did it and get through it successfully, that will make us a better and better person. semua demi ridla dan surga Allah. let's just keep that in our mind.

2 comments:

Markati Prasetio said...

you're a tough girl :)

Uminequin said...

Haduh dian aq pe nangis bacanya.. Dian cewe tangguh.. Hebat.. Teman yang baik selalu ceria di dpn teman walau kadang gk sesuai dengan yg kamu rasakan .. Luph u sis