Monday, December 03, 2007

Malang, colonial city



"bangunan iku dibangun pas jaman londo, sampe saiki sek awet soale bangunan gaweane londo iku apik, kuat ga gampang rusak".


*"bangunan itu dibangun ketika jaman belanda, hingga sekarang masih ada karena bangunan buatan belanda itu bagus, kuat ga mudah rusak".
(begitulah penjelasan Papa sewaktu Dian kecil bertanya-tanya tentang bangunan yang bentuknya unik).

saya menyebut Malang sebagai kota kolonial karena perkembangan Malang sangat pesat pada masa kependudukkan pemerintahan kolonial Belanda. ya setidaknya itu yang bisa saya simpulkan setelah mempelajari sejarah kota Malang sebagai bagian dari tema Tugas Akhir saya.

berbicara tentang pelestarian budaya... pasti nyambungnya ke pelestarian kesenian budaya. tapi buat saya, pelestarian bangunan kuno juga sama pentingnya, coz bangunan kuno bisa dijadikan pusaka cagar budaya yang juga mampu memberi sumbangsih sebagai daya tarik kota. secara... mengingat perkembangan jaman yang berorientasi pada perkembangan ekonomi, keberadaan bangunan kuno skarang ini terancam untuk terdemolisi, ga tau itu jadi bangunan ruko, ato jadi real estate.

kota Malang sarat akan bangunan kuno peninggalan pemerintah kolonial. bukan berarti saya lebih membanggakan mereka, tapi apa yang menjadi peninggalan mereka merupakan suatu bahan pembelajaran yang sangat bermutu. tidak hanya sebatas bangunan tunggal, tapi juga sekelompok bangunan, bahkan kawasan, bahkan (lagi) skala kota. secara konsep perencanaan OK, secara implementasi OK, secara kompetensi dengan perubahan jaman pun OK. cuman sayang secara SDM-nya ga banyak yang memiliki kesadaran mempreservasi itu semua.

so... dengan niat berbagi pengetahuan umum, kayaknya asyik nih kalo share tentang Malang tempo doeloe. kalo bahasa ilmiah di skripsi-nya gini, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tindak pelestarian dan penghargaan terhadap peninggalan sejarah lokal kota-nya. hekekeke...



demolisi: dibongkar, dihancurkan
preservasi: pelestarian