Showing posts with label Book & Font. Show all posts
Showing posts with label Book & Font. Show all posts

Saturday, November 8, 2014

today read list

so i find a time to read some articles today. the objective is to get relax, read something useful for self development and instill the creative side that i don't know where are they hiding now.


Thursday, June 12, 2014

day 163

got my new book and start unpagin it now

Saturday, January 25, 2014

day 25 of 2014

just finished this book, History of Love by Nicole Krauss. still drawn on its fiction, drama, mysteri and emotion.
my mind and imagination are filled with this book at the moment.
i felt pity, salute and respect to Leo Gursky.
glad that Alma Singer find the answer of undescribed question on her mind.
relieved that the History of Love book.. even plagiarized.. finally known by its originally author.

page 252 of 253... is where i smile.. and cry..

Tuesday, December 24, 2013

Citra Kawasan Bersejarah Alun Alun Tugu Kota Malang

Itu adalah judul skripsi saya yang siang ini sedang saya googling karena flashdisk saya berisi skripsi tersebut corrupt. Kebetulan pembicara dalam seminar marketing kemarin juga menyinggung tentang Importance-Performance Analysis (IPA), and it was ring a bell ke skripsi saya yang juga menggunakan analisis tersebut.

Bangga juga karena googling puya googling, skripsi saya juga dijadikan bahan acuan adek-adek tingkat di almamater saya untuk pengerjaan skripsi nya. 
Jika saya baca-baca lagi sepertinya mereka cukup terbantu dengan skripsi saya yang detil, padat dan ringkas. I'll take my own credits for that. 

Sebelnya, mereka salah menuliskan nama saya di bagian Daftar Pustaka. C'mon kiddo, y'all can do better than this.

Sepertinya ulah ni bocah deh:

Anyway... moral of the story: hati-hati menuliskan nama orang. Gonna note that to myself if i do my thesis.

Tuesday, October 4, 2011

yes! we are all incredible

thx ibu melanie (one of the author herself) for giving me this incredible book, along with your autograph. love your photo at the cover as well.
thx for remind me again that we are all incredible and it only took an incredible positive mind to make life more incredible. 
thx for sharing your incredible true story. my fave is 'catatan melanie 3'. that make me realize, how difficult moment can turn someone into an incredible fight and strong person.
please send my thx to ibu monica for her life coach on this book. love the 'hugging theory' part.

incredible me, change yourself before you change others. 

out of topic: i also love the part where ibu melanie explain about one of her company that move on hajj pilgrimage travel. hopefully it's one of the signs that i can make my way to do it. any free-spot for my accomodation, ibu? he3x.

Sunday, July 31, 2011

font: Philippe


it stopped my heart when i found these free font. it reminds me to my boss handwriting. ha ha ha... funny coincidence though.

Monday, July 11, 2011

Mengurus Paspor RI, bag. 3 (selesai)

08062011, hari itu saya datang ke kantor imigrasi tercinta untuk ketiga kalinya. sore itu saya langsung menuju Loket VI dan menyerahkan Receipt Pembayaran dan kemudian duduk manis di kursi antrian yang tercinta juga.
sembari menunggu saya mengamati sekitar, terlihat lobby antrian di lt. 1 tidak sepenuh ketika pagi hari. bisa saya simpulkan bahwa mereka ini sedang mengantri pengambilan paspor.
lain cerita dengan di lt.2 tempat pengambilan foto biometrik, masih terdengar cukup ramai. bapak petugas pun ada yang berpidato, menjelaskan bahwa jam kerja mereka sebenarnya telah usai, akan tetapi mereka akan tetap memberikan pelayanan hingga No Antrian hari itu berakhir. karena jika pulang on-time pasti bapak-ibu yang sudah megantri itu akan marah-marah... ya iya lah...

setelah lima menit menunggu, nama saya pun dipanggil oleh Bapak Petugas Loket VI. beliau meminta saya menandatangani formulir tanda bahwa paspor sudah diambil. setelah menyerahkan paspor kepada saya, beliau menyuruh saya memfotokopi dan memberikan fotokopian paspor saya kepada beliau kembali. *heran kenapa ga sekalian difotokopi aja ya, ribet*

dan ini lah foto saya di buku paspor. lumayan kan :p

baiklah, cerita bersambung episode Mengurus Paspor ini berakhir disini. entah kapan tapi pasti akan ada episode Mengurus Visa, amiiin amiiin amiiiin :D

Thursday, June 30, 2011

Mengurus Paspor RI, part. 2

today 300611, saya datang ke Kantor Imigrasi untuk kedua kalinya. yah melanjutkan langkah berikutnya dari my adventure mengurus paspor secara mandiri.
hari ini saya tiba disana pukul 7.45 am *niat datang pagi-paginya ga kesampean*, seperti biasa ruang tunggu sudah full dengan para pemohon paspor yang sudah luar biasa jumlahnya. kali ini saya langsung menuju Loket IV untuk mencobloskan Receipt saya kemarin, alias bersiap untuk antri.

pukul 8.00 am seperti halnya kemarin, petugas mulai membagikan No Antri untuk para pemohon yang memasukkan berkas, dilanjutkan dengan pidato singkat tentang alur pengurusan paspor, jadi bisa dibilang kita start pada 8.30 am. kali ini saya akan dipanggil sesuai nama saya instead of Nomor Antrian.

pukul 8.45 am nama saya dipanggil oleh petugas Loket IV, disini saya hanya setor muka dan bilang 'Hadir', petugas tersebut menginformasikan bahwa nanti nama saya akan dipanggil kembali untuk melakukan pembayaran, sembari beliau menyerahkan Receipt Permohonan Paspor saya ke petugas Loket V di sebelahnya untuk dibuatkan Receipt Pembayaran. saya pun kembali ke kursi antrian *yang saya dapatkan dengan susah payah dan saya pertahankan dengan meletakkan tas say di kursi ketika saya setor muka*, menunggu nama saya dipanggil oleh petugas Loket V alias Kasiiirrrr.
pemohon yang dipanggil sebelum saya ke Loket IV, beberapa ada yang dimintai beberapa dokumen tambahan. mostly tadi petugas meminta kembali Revisi Surat Sponsor/ Surat Rekomendasi dari tempat bekerja. owh, ternyata Loket IV ini bertugas mengecek ulang kelengkapan dan kebenaran berkas kemarin.
tak lama kemudian nama saya dipanggil, saya pun menyerahkan uang sebesar Rp 255.000,- untuk biaya pembuatan paspor, dan petugas menyerahkan Receipt Pembayaran dan menginformasikan agar saya ke lantai 2 untuk foto.

bergegas ke lantai 2, saya pun mencobloskan Receipt Pembayaran tadi ke paku yang disediakan agar mendapatkan No Antrian.
pukul 9.00 am saya menerima No Antrian A-54 (yang dijepret di Receipt Pembayaran saya) untuk nanti dipanggil masuk ke Ruang Foto dan Wawancara. di lantai 2 ini ga kalah penuh dengan lantai 1, kali ini kami harus memperhatikan layar monitor yang menunjukkan status No Antrian, dan jika sudah sampai pada nomor milik kita, secara otomatis kita harus bergegas masuk atau kalo tidak... hangussss. pada saat saya mendapatkan tempat duduk, status di layar monitor adalah A-17. wew.... yak, mari budayakan mengantri.

layar monitor menunjukkan giliran A-50. tiba-tiba ada seorang bapak yang pindah duduk di kursi kosong sebelah saya. ternyata beliau urutan A-52, dan kebetulan kursi yang saya duduki berada di dekat pintu masuk Ruang Foto.
kami pun berbincang sejenak untuk menghilangkan rasa bosan. bapak ini sedang memperpanjang paspor-nya untuk persiapan berobat persendian tulang ke Malaka. seorang ibu yang mengantar anaknya mengurus paspor kemudian ikut berbincang dengan kami. mungkin karena bosan ato gimana, bapak dan ibu ini mulai curcol masalah ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan petugas. well, biarlah... mungkin mereka perlu melampiaskan emosi mereka.
saya menggunakan kesempatan Rumpi di Ruang Tunggu ini untuk menanyakan tentang hal-hal yang ditanyakan ketika wawancara. si Bapak menjelaskan bahwa wawancaranya cuma mem-verifikasi data yang kita tuliskan di form kemarin dan menanyakan tujuan kita membuat paspor. tanpa menanyakan tujuan saya, si Bapak langsung memberi tips, "kalo kamu muslim, bilang aja mo umroh. biasanya ga terlalu ditanya-tanya lagi." sudah tiba giliran si Bapak A-52, beliau pun bergegas masuk ke ruangan.

di sini pun saya sekilas mencoba mengingat alasan-alasan saya mengurus paspor, which are: (1) kepengen punya aja; (2) mengisi waktu luang ketika cuti; (3) kali aja ketemu peluang going overseas, secara banyak promo tiket pesawat; (4) sapa tau perlu.
OMG, bisa dibilang ga penting banget ya... bisa-bisa di dalam malah ditanya 'mang mo jalan-jalan kemana?', 'napa ga keliling indonesia aja?', 'bla.. bla.. bla', malah diajak ngobrol kemana-mana ntar, hakaka... belum sempat merangkai jawaban, ternyata nomor aku sudah dipanggil.

11.05 am nomor saya, A-54, diminta masuk Ruang Foto. ruangannya cukup kecil, terdapat 5-6 meja lengkap dengan komputer, kamera foto dan mesin scanner. di antaranya terdapat 1 printer yang mencetak data-data pemohon yang lulus wawancara. berseberangan dengan meja tadi, ada meja-meja dengan petugas yang sibuk memproses map-map yang masuk ato siap keluar untuk diproses ke tahap selanjutnya.
nama saya dipanggil salah satu petugas untuk menuju ke salah satu meja foto tadi. tak lupa sebelumnya dia meminta saya mengaca untuk memastikan rambut saya tidak menutupi telinga. karena saya sudah mabok ngantri, saya pun bodo' amat dengan penampilan saya dan langsung menuju meja foto.
saya pun menyerahkan no antrian, dan si Bapak Petugas menyerahkan kembali Receipt Pembayaran saya (untuk mengambil Paspor yang sudah jadi nantinya) sambil mempersiapkan berkas saya dan mengetikkan data-data saya ke komputer, si Bapak Petugas pun mulai mewawancara saya dengan pertanyaan pertama, 'tujuannya bikin paspor apa?'
dengan sedikit grogi, saya sempat melirik Bapak A-52 yang sedang diwawancara di meja foto lainnya, tips dari beliau adalah hal pertama yang saya ingat, dan saya langsung menjawab "untuk persiapan perjalanan Pak... perjalanan ibadah... insya Allah ya Pak semoga bisa kesampaian :D" *langsung pasang cengiran maut, dalam hati langsung bilang 'Amiiin Amiiin semoga terkabuuullll'*. untungnya si Bapak Petugas pun turut meng-Amin-i dan mendoakan :D. *well, i'm not lying though, pilgrimage journey is also written on my wish-list book*
wawancara dilanjutkan dengan obrolan verifikasi kebenaran data-data saya, kemudian Bapak Petugas mengambil foto saya dan memindai 10 sidik jari saya pada mesin scanner kecil. masih dengan sambil mengobrol, Bapak Petugas meminta tanda tangan saya di halaman Buku Paspor dan print-out data hasil wawancara saya.
selesai... si Bapak menginformasikan bahwa paspor saya akan selesai dalam 5 hari kerja, dan menyarankan untuk mengambil diatas jam 3 sore biar ga antri. owh... Bapak-nya so sweet banget deh :D

11.30 am saya meninggalkan Kantor Imigrasi.

lesson today, karena menunggunya lumayan lama, saya sarankan persiapkan snack, drink, majalah, gembot, or whatever to killing the time. daaaan, pay attention ke perubahan no antri di layar monitor dan panggilan dari petugas. i think that's all, selamat mengurus paspor, luangkan waktu dan selamat mengantriiiii :D

Monday, June 27, 2011

Mengurus Paspor RI, part. 1

Hari ini 270611 (sesuai cara penulisan tanggal yang ditentukan formulirnya) saya mengajukan permohonan Paspor RI ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (yang menempati kantor sementara di bilangan Lebak Bulus, dikarenakan kantor ori-nya di bilangan Mampang sedang direnovasi).

Saya mengurus paspor sendiri, kebetulan sedang menghabiskan jatah cuti. Dan saya melakukannya secara manual. Sempat kepikiran untuk menggunakan cara online, tapi ada kekhawatiran kesalahan sistem, saya lebih memilih manual saja sekalian. Daripada mendapat jawaban “maaf, kemarin ada masalah sistem jaringan online-nya, silakan mengulang atau menulis di formulir saja”. Lagipula, I’ve got plenty of time today.

Such an experience if i may said. That’s why a lot of people post it as a topics at their blogs. And this one is mine.

Persiapan dokumen

Penting! Untuk mempersiapkan berkas asli dan di fotokopi di kertas ukuran A4 (bahkan untuk KTP sekalipun) dari rumah. Tadi saya bisa langsung mengikuti alur pengajuan paspor berikutnya, tanpa harus ngantri untuk fotokopi. Oiya, adapun berkas yang tadi saya bawa:

1. KTP dan 1 lembar fotokopinya di kertas A4

2. KK dan 1 lembar fotokopinya di kertas A4

3. Akte Lahir dan 1 lembar fotokopinya di kertas A4. Kalo tidak punya Akte Lahir, boleh menggunakan Ijazah sekolah terakhir. Karena di persyaratannya ditulis Akte Lahir/ Ijazah.

4. Surat Rekomendasi dari kantor (karena saya karyawan swasta). Minta saja ke kantor, kebetulan kantor saya cukup terbiasa dengan hal-hal berkaitan dengan imigrasi. Intinya surat ditujukan kepada: Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, dan menerangkan bahwa saya adalah karyawan kantor tersebut (nama kantor dan alamatnya) dan selanjutnya surat digunakan untuk kepentingan permohonan paspor.

Persiapan lainnya:

a. Bolpen item! Penting!

b. Tip-Ex, kalo Anda suka salah tulis.

c. Snack (minuman dan roti)

d. Kipas

e. Siapkan kesabaran dan mental Anda.


My experience today:

7.30 Ambil formulir di tempat fotokopi. Formulir gratis, tapi Map-nya beli Rp 5.000,- (bayar uang pas saja!). Isilah dengan hati-hati sesuai dengan KTP, kalo dari daerah ya isi saja sesuai alamat di KTP. Kalo ngisi formulirnya salah, minta baru saja ke fotokopian itu, tadi sih formulirku yang salah isi diminta ama bapaknya. Jadi tukar lama dengan yang baru.

Ketika saya tiba di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, yang ngantri udah naujubileh. Lesson today: jangan sampe bangun kesiangan lagi! Mereka yang antri ini sudah numpuk Map yang sudah diberi nama di loket sebelah Mesin No. Antrian, karena tepat pukul 8.00 Petugas baru membagikan No. Antrian dengan memanggil nama orang sesuai Map yang ditumpuk sebelumnya (bagus! Mencegah kerusuhan pengambilan nomor). Pengambilan No. Antrian dilayani pukul 8.00 – 11.00. Kalo Anda datang jam 8 keatas, pastikan Anda ambil No. Antrian dulu (minta ke Petugas) sebelum Anda ikut-ikutan duduk ga jelas di kursi antrian.

8.00 Petugas mulai membagikan No Antri (saya dapet No 251, tapi mereka start dari no 201, jadi saya urutan 51). No Antri JANGAN SAMPE HILANG! 1 No Antri untuk 1 Map permohonan.

Setelah membagi No Antri sesuai Map yang ditumpuk, Petugas pun meminta perhatian kami sejenak dan memulai penjelasan alur pengurusan paspor. PENTING! Dengarkan mereka, dan benar-benar DENGARKAN! Karena itu akan memudahkan hari Anda.

8.15 Petugas mulai memanggil sesuai No Antri, untuk pemohon Paspor Baru atau yang memperbarui. Memanggil sesuai Nama, untuk mereka yang datang untuk melanjutkan proses pembayaran.

Saya? Sambil menunggu No dipanggil, saya berjuang mendapatkan tempat duduk, dan berhasil! Saya pun menonton TV bisu yang diputar, berbasa-basi dengan pengantri yang lain, sambil berdoa bahwa pemilik no sebelum saya terdiskualifikasi gara-gara berkali-kali dipanggil tidak muncul di loket yang ditentukan. PENTING! Keep your attention untuk pemanggilan nomor ini, jangan keasikan ngobrol, jangan keasikan bengong, jangan keasikan main handphone.

10.00 Yay! No saya dipanggil. Doa saya juga terkabul, ada kalo 10 nomor sebelum saya tidak muncul ketika dipanggil.

Saya pun menyerahkan Map Kuning tadi, didalamnya ada: Formulir yang sudah dilengkapi, fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Akte Lahir, Surat Rekomendasi dari kantor, KTP asli, KK asli, Akte Lahir asli.

Petugas yang menerima: menjepet No Antri saya di map, memeriksa dokumen saya... BERES! Saya diberi print-an Receipt silakan datang kembali tanggal 30 Juni pukul 8.00 – 14.00 untuk: melakukan proses pembayaran, foto biometrik dan wawancara.

Pada receipt ada keterangan: tidak dapat diwakilkan, membawa dokumen asli, mengenakan baju warna bebas selain putih.

10.20 Saya meninggalkan Kantor Imigrasi


Cukup lancar juga untuk saya hari ini. Tapi pada dasarnya, kalo kita well-prepared and follow the procedure, semuanya akan lancar. Well-prepared termasuk collect a lot of info (sebelumnya saya juga baca blog orang-orang yang pernah mengurus paspor, saya juga banyak tanya ke HRD saya), kesiapan berkas-berkasnya, dan kesabaran.

Prosedur yang dijalankan Petugasnya juga cukup sesuai SOP mereka. Memang sih keliatan ribet, apalagi kantor sementara-nya memang tidak proper, but they do their best to service the society.

Oya satu lagi yang mau saya share, saya sama sekali tidak dicegat calo pengurusan paspor. Bisa jadi karena mungkin saya sendiri terlihat seperti calo, hakakaka... of course I am, saya kan calo untuk pengurusan paspor saya sendiri.


I’ll see you on my Part. 2 story ^_^


Saturday, April 9, 2011

new fonts i know

blogger ini semakin memudahkan usernya... it is very blogable. terutama dalam hal design template-nya. he3x, kemana aja ya aku sampe ketinggalan begini. aku baru tau kalo di menu design itu, user bisa utak-atik-gatuk baik itu layout, background, sampe ubah fonts. and i'm so amazed with those invention, ho3x!

speaking about modified the blog, aku fall in love banget ama fonts: Crafty Girls ini. lucu banget, kayak tulisan tangan. and it is so girly. hi3x...

and speaking about handwriting... somehow aku merasa tulisan tanganku selalu berubah-rubah. apakah aku pribadi yang berubah-ubah? but for sure, aku orangnya moody banget. well, that's explain, ho3x...

anyway, have a nice weekend everybody!


Friday, June 5, 2009

dari serpihan Batavia di Malang Kembali ke Misteri Harta Karun VOC

hobi ke museum ato jalan-jalan ke distrik bersejarah sebuah kota... hampir semua temenku mengetahui hobiku itu, beberapa menganggapku aneh, he3x.
dulu ketika aku masih di Malang, mengunjungi kawasan Kota Tua Jakarta bagaikan sebuah mimpi. mungkin aku berjodoh dengan Batavia, sekarang itu semua bukanlah sebuah mimpi lagi... tapi penjelajahan untuk memuaskan dahaga ku dalam merasakan atmosfer tempo doeloe. hah! beruntungnya aku.

duduk dan menikmati Taman Fatahillah, imajinasiku menjelajah setiap sudutnya dan membayangkan aktivitas pada masa lalu. memasuki setiap bangunan kolonialnya yang sekarang difungsikan sebagai museum. membuktikan apa saja yang pernah aku baca dan aku lihat di televisi sebelumnya.
tidak disitu saja, aku mengunjungi Taman Prasasti. museum batu nisan itu melayangkan imajinasiku tentang bagaimana kehidupan si empunya nisan di masa hidupnya. beberapa nisan atau prasasti diberikan penjelasan oleh pihak museum, hanya beberapa tokoh penting yang terkait dengan sejarah Jakarta. penjelasan singkat dan tidak mendetil, sehingga masih menyisakan misteri. aku memilih tidak menggunakan jasa pemandu yang penuh pamrih, padahal yang diterangkan hanyalah hapalan luar kepala dari textbook yang bisa aku baca sendiri.
hingga puncak Monas pun sudah kugapai setelah mengantri lama seperti antrian sembako di film dokumenter Pancasila Sakti, he3x.

lucunya... dari Festival Malang Kembali 2009 aku menemukan serpihan kisah Batavia. sebuah edisi ulang tahun ke-25 majalah Intisari yang menyajikan Kisah Jakarta Tempo Doeloe.
"buku bagus", pikirku.
"buku langka!", kata si penjual... hah! sebuah 'bahasa marketing' dan dia berhasil meyakinkanku membeli koleksinya.
membaca buku langka itu seakan menjawab rasa penasaranku dari Taman Prasasti.. Kapiten Jass dan Pieter Eberveld terjawab sudah.
tak hanya itu, dia juga menceritakan tentang Harmoni... sebuah landmark tempo doeloe yang terabadikan namanya saja. kali yang membelah jalan itu dulunya bernama Molenvliet yang merupakan kali swasta dengan aturan jalan tol bagi yang melaluinya. kalo sekarang aktivitas transportasinya bertambah dengan box central busway Harmoni, he3x...
Hotel des Indes... yang namanya baru aku dengar pertama kali dari judul mp3 yang dikirim Zam melalui email.
tak menyesal aku membelinya.

perasaanku saja atau aku memang berjodoh dengan Batavia? seorang teman meminjamkan bukunya padaku, menurutnya aku pasti senang membacanya. Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC. temanku bilang ini DaVinci Code-nya Indonesia dengan setting Kota Tua Jakarta dan beberapa detil sejarah kemerdekaan Indonesia.
dia benar, aku suka sekali ceritanya. cerita yang aku harapkan ada di Indonesia, ketika pertama kali aku menonton film DaVinci Code... andaikan ada kisah serupa tapi settingnya di Kota Tua Jakarta dengan isu terowongan dan bunkernya.

untung aku sudah pernah mengunjungi tempat-tempat yang menjadi setting novel itu (kecuali Pulau Onrust).
untung sebelumnya aku sudah membaca Kisah Jakarta Tempo Doeloe yang memuat kisah tentang Kali Ciliwung yang airnya dulu diminum orang Belanda bahkan tanpa direbus terlebih dulu. tentang Phoa Bing Ham yang membuat kali-kali buatan dengan alasan komersial-ekonomis. bayangkan kali buatan di Harmoni dengan gondola di masa lalu (bukan gondola sih, tapi sampan, he3x).

membaca novel itu seperti membuktikan apa yang aku baca dari buku sebelumnya. padahal mungkin mereka berangkat dari fakta atau sumber yang sama.
aku tidak tau apakah kisah dalam novel tersebut nyata ataukah hanya imaji tanpa batas dari pengarangnya.
yang jelas novel itu seperti pemandu wisata tanpa pamrih yang selama ini aku tunggu untuk menuntun imajinasiku dalam menjelajah Kota Tua.

"orang yang aneh".
kadang aku berpikir mungkin yang dibilang temenku itu ada benarnya.
"terjebak pada masa lalu".
beberapa teman menambahkan untuk melengkapi komentarnya akan hobiku mengunjungi museum dan distrik bersejarah.
ha3x... bukan masalah buatku. sepertinya aku memang pengagum sebuah utopia tentang tatanan kota ideal Indonesia yang hanya terjadi di masa lampau. meski aku belum benar-benar memahami, he3x.

"museum dan distrik bersejarah merupakan spot bagus untuk foto-foto".
itulah pembelaanku ketika aku dibilang aneh oleh mereka-mereka yang tidak mengerti, ha3x. jauh di dalam hatiku aku merasakan kepuasan tersendiri, kepuasan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Thursday, December 27, 2007

Alun-alun Kota Malang bag. 1

Alun-alun Kota Malang dan sekitarnya udah ada molai taon 1882 dan so pastinya dibangun buat kepentingan Belanda. molai pemerintahan Pak Gubernur Jendral Deandles (1808–1811), sistem pembagian daerah di Hindia Belanda (alias Indonesia) dibagi jadi bebrapa kabupaten dan karesidenan, so kedudukan Pak Bupati sejajar ama Pak Asisten Residen. dan biasanya diwujudin di alun-alun kota kabupaten di Jawa (termasuk Malang), yang mana rumah Pak Bupati berhadapan ma rumah Pak Asisten Residen.

jadi gini maksudnya.. dari penelitian arsitek Kazemeir, Tonkens ama Withkamp digambarin tipologi ibukota kabupaten di Jawa tu kayak gini:
- Alun-alun nya di pusat kota
- di sumbu Utara-Selatan, ada rumah Asisten Residen di sebelah Utara menghadap Selatan ama rumah Bupati di sebelah Selatan menghadap ke Utara, jadinya saling berhadapan.
- sebelah Barat ada masjid
- sebelah Timur ada losmen ato rumah tinggal orang swasta Belanda
- sebelah Barat-Laut ada kamar bola tempat klub elit orang Belanda

bedanya dengan Alun-alun Kota Malang, letak rumah Bupati ga berhadapan ma rumah Asisten Residen. kalo di Malang, rumah Asisten Residen ada di sebelah Selatan menghadap utara (orientasi bangunan menghadap Alun-alun), tapi rumah Bupati ada di sebelah Timur menghadap ke Selatan (orientasi bangunan tidak menghadap Alun-alun), ngadep ke Regenstraat alias Jalan Kabupaten (skarang Jl. K.H. Agus Salim).
nih gambarnya biar ga bingung:



secara penyebaran daerah pemukiman jaman itu dibagi jadi pemukiman penduduk: 1) Eropa; 2) Timur Asing *Vreemde Osterlingen – termasuk orang Cina ma Arab*; ma 3) pribumi. Gara-garanya sebelom taon 1900 ada UU Wijkenstelsel, yang mana tiap etnik kudu punya pemimpin ndiri trus daerahnya ditentukan ma pengoeasa plus batas-batasnya. tiap warga yang mo kluar dari daerahnya kudu dapet surat ijin dulu dari pengoeasa. tapi UU ini ga berlaku lagi setelah taon 1900.
kayak gini nih daerahnya sampe taon 1914-an:
1. pemukiman orang Eropa ada di Barat Daya alun-alun, which is: Taloon, Tongan, Sawahan dan sekitar... trus ada lagi di sekitar Kayutangan, Oro-oro Dowo, Tjelaket, Klodjen-lor ama Rampal
2. pemukiman orang Cina ada di sebelah Tenggara alun-alun. Pemukiman orang Arab ada di sebelah Barat alun-alun di belakang masjid
3. pemukiman Pribumi ada di daerah kampung sebelah Selatan alun-alun, which is kampung Kebalen, Toemenggoengan, Djodipan, Talon, ma Klojen-Lor



bentuk kota Malang sebelum taon 1900 berbentuk kota radial dengan alun-alun sebagai pusatnya (centre), dan sungai brantas dijadiin batas kota. kliatan dari peta di bawah, kalo sebelah timur kota waktu itu blom ada bangunan sama sekali. baru pas kependudukan Belanda secara penuh taon 1821, bentuk kota nya molai brubah jadi sistem jejala (grid).




sumber: Handinoto
next story: bangunan penting di sekitar Alun-alun ^^

Tuesday, December 11, 2007

pre-colonial to colonial city

Ir. Herman Thomas Karsten melukiskan geografis kota Malang sebagai berikut: "Malang terletak di daerah perbukitan di Jawa Timur kira-kira 85km sebelah Selatan kota Surabaya. kota ini semenjak dahulu beruntung karena letaknya yang baik. sebab kota tersebut terletak di jalan raya Utara-Selatan dari jaman kerajaan Jawa kuno, dimana bertemu 3 buah lembah yang masing-masing mempunyai jalan dan sungainya sendiri-sendiri. dari sudut Barat-Laut datanglah Kali Brantas, dari Utara datang Kali Bango dan dari Timur datang Kali Amprong. sedangkan lembah yang keempat dimana ketiga sungai ini menjadi satu, yaitu Sungai Brantas, meneruskan perjalanannya menjulur ke Selatan".



sebenernya kota Malang tuh udah eksis sejak taon 1400-an, pas jaman pra-kolonial alias jaman kerajaan. dari buku Kotapraja Malang 50 Tahun (1964:12) bilang..
Malang sebagai pusat kerajaan emang udah ada sejak taon 1400, pusat kerajaannya ada di tikungan Sungai Brantas *baru tau ini deh kalo sungai punya tikungan, apa ada traffic light nya juga ya ^^* dan dibangun benteng besar dinamai Kutobedah. trus taon 1461, Malang dikuasai Demak dan ada di bawah kekuasaan kerajaan Islam. sampe ada perebutan kekuasaan lagi, jadinya taon 1686-1706 Malang ada di bawah kekuasaan Untung Suropati yang memerintah di daerah Pasuruan.
trus pada masanya ekspansi Sunan Mataram, Malang ditaklukin juga... nah waktu mo naklukin Malang nih, rakyat ma pimpinan kota selalu membantah alias malang alias menghalangi niat Sunan Mataram, and so... sejak itu kota ini dinamakan Malang.
taon 1767, Belanda menguasai Malang dan mulai membangun benteng atau loji di (sekarang jadi RSU Saiful Anwar). *loji sebutan untuk daerah perbentengan, berkembang jadi ke-loji-an, akhirnya daerah itu disebut Klojen.. sampe skarang*
Taon 1821, Belanda mengekspansi Malang dan mantep menduduki Malang, tapi masih dibawah karesidenan Pasuruan. Baru taon 1824 punya asisten residen...

taon 1870, Pemerintah Hindia-Belanda mengeluarkan keputusan politik UU. Gula (Suikerwet) dan UU. Agraria (Agrariaschewet). Kedua UU itu ditujukan untuk menghapus Cultuurstelsel (tanam paksa) dan memunculkan inisiatif perdagangan pada pihak swasta *yang juga memunculkan meneer, sinder, ato tuan tanah setempat*. karena secara geografis Malang dikelilingi daerah perkebunan, setelah taon 1870 Malang sebagai Governemeent Settlement yang terdekat dengan daerah perkebunan sekitarnya, mulai dibangun infrastruktur transportasi dan komunikasi.. untuk memudahkan hubungan, taon 1876 dibuka jalur hubungan kereta api Surabaya-Pasuruan-Malang. juga dibangun jalan raya yang menghubungkan Malang dengan Blitar dan Kediri di sebelah Barat. semua infrastruktur dibangun untuk kepentingan ekonomi pemerintah kolonial, secara gitu loh.. kota Malang sebagai daerah produksi musti dihubungin dengan Surabaya kota pesisir sebagai daerah distribusi hasil bumi dari daerah pedalaman (hinterland) macem Blitar dan Kediri.

anyway.. taon 1882, orang mulai membuat rumah di sebelah Barat sungai Brantas dan membuat alun-alun. jadi kalo di kota-kota lain, Alun-alun ada sebagai produk pra-kolonial alias jaman kerajaan, kalo di kota Malang dimunculkan pada masa kolonial sebagai pusat administrasi kolonial dan untuk membentuk citra kolonial. tentunya untuk tujuan kepentingan ekonomi kolonial juga, which is tujuan produksi dan kontrol hasil perkebunan tadi. Malang yang juga ibukota kabupaten dijadiin sebagai pusat pengumpulan produksi bagi daerah subur sekitarnya. Alun-alun, sebagai pusat pemerintahan, dihadirkan Belanda sebagai pusat kontrol dan pusat administrasi-nya.

so.. our next story it would be: Alun-alun ^^


sumber: Handinoto, 1996.

Monday, December 3, 2007

Malang, colonial city



"bangunan iku dibangun pas jaman londo, sampe saiki sek awet soale bangunan gaweane londo iku apik, kuat ga gampang rusak".


*"bangunan itu dibangun ketika jaman belanda, hingga sekarang masih ada karena bangunan buatan belanda itu bagus, kuat ga mudah rusak".
(begitulah penjelasan Papa sewaktu Dian kecil bertanya-tanya tentang bangunan yang bentuknya unik).

saya menyebut Malang sebagai kota kolonial karena perkembangan Malang sangat pesat pada masa kependudukkan pemerintahan kolonial Belanda. ya setidaknya itu yang bisa saya simpulkan setelah mempelajari sejarah kota Malang sebagai bagian dari tema Tugas Akhir saya.

berbicara tentang pelestarian budaya... pasti nyambungnya ke pelestarian kesenian budaya. tapi buat saya, pelestarian bangunan kuno juga sama pentingnya, coz bangunan kuno bisa dijadikan pusaka cagar budaya yang juga mampu memberi sumbangsih sebagai daya tarik kota. secara... mengingat perkembangan jaman yang berorientasi pada perkembangan ekonomi, keberadaan bangunan kuno skarang ini terancam untuk terdemolisi, ga tau itu jadi bangunan ruko, ato jadi real estate.

kota Malang sarat akan bangunan kuno peninggalan pemerintah kolonial. bukan berarti saya lebih membanggakan mereka, tapi apa yang menjadi peninggalan mereka merupakan suatu bahan pembelajaran yang sangat bermutu. tidak hanya sebatas bangunan tunggal, tapi juga sekelompok bangunan, bahkan kawasan, bahkan (lagi) skala kota. secara konsep perencanaan OK, secara implementasi OK, secara kompetensi dengan perubahan jaman pun OK. cuman sayang secara SDM-nya ga banyak yang memiliki kesadaran mempreservasi itu semua.

so... dengan niat berbagi pengetahuan umum, kayaknya asyik nih kalo share tentang Malang tempo doeloe. kalo bahasa ilmiah di skripsi-nya gini, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tindak pelestarian dan penghargaan terhadap peninggalan sejarah lokal kota-nya. hekekeke...



demolisi: dibongkar, dihancurkan
preservasi: pelestarian

Wednesday, August 1, 2007

harry potter dan gadis kebingungan

loh... kmaren biz baca e-book Harry Potter mpe jereng gini.. lah kok barusan dapet e-book Harry Potter lagi, mana beda lagi dari yang kemaren aku baca
lah yang asli yang mana?
uwaaa... kayaknya mesti baca lagi nih
sebel sebel sebel

Tuesday, July 31, 2007

Harry Potter dan gadis bermata merah sebelah


akhirnya selesai juga baca Harry Potter and the Deathly Hallows, which is seri terakhir petualangan Harry Potter nya ibu J.K. Rowling.
pas kapan itu tiba2 temen kakak-ku ngasih link ini, katanya itu file HP 7 tapi bahasa inggris. it's ok aja.. lagian sejak buku ke-5 saya musti baca pdf-an basa linggis-nya. bukannya sok jago basa inggris, wedew... acak kadul mah aslinya.. akan tetapi karena didorong rasa penasaran kisah petualangannya dan didasari ketidakmampuan material membeli buku-nya serta menjadi selangkah lebih tahu daripada teman2 yang masih waited so long to get the book.. huehehehe..

anyway, ini bocoran HP 7 hasil reading skill-nya Dian yang acak kadul...

* Dudley ternyata punya bakat sihir juga
* Harry jadian ma Ginny, Ron jadian ma Hermione... pacaran ni ye.. cuitt cuit
* Bill, kakaknya Ron merit ama Fleur. pas di tengah pesta resepsi pernikahan di The Burrow, mereka diserang Dementor ama Pelahap Maut. para tamu dievakuasi ke rumah warisan Harry di Grimauld Place 12. sementara sejak itu Harry, keluarga Weasley dan the Order tinggal disitu, coz "penopang" the Burrow masih direnovasi.
* Draco Malfoy ama ibu-nya mencari suaka dan tinggal di Grimauld. disusul nantinya ama keluarga Parkinson, meliputi Ny. Parkinson, Iris dan Pansi. Slytherin...
* menjalankan misi mencari Horcrux (pecahan jiwa Voldemort), Harry, Ron, Hermione dan Ginny pergi ke museum Helga Hufflepuff. Horcrux ke-3 ternyata sebuah piala yang dijaga oleh naga buas. Hermione terluka parah pas mo buka lemari yang merupakan pintu rahasia.
* Horcrux ke-4, merupakan sebuah batu ato apa ya... itu loh yang di buku 6 Harry pergi ama Dumbledore mo ngancurin tu batu, ternyata batu-nya palsu. Harry nemuin batu asli-nya yang ternyata dicuri ama aduh lupa sapa.. pokoknya Harry mesti ngambil tu batu ke penjara Azkaban.
* berempat mereka kembali ke tempat Harry ama Dumbledore dulu buat ngancurin batu itu. pas mereka mo pulang ternyata mereka musti bertarung ama Pelahap Maut. disitu Harry melawan Snape. Peter Petigrew akhirnya tertangkap dan dibawa ke Grimauld Place. Ron terkena kutukan Cruciatus Belatrix Lestrange dalam pertempuran itu.
* Voldemort mengambil alih kementrian sihir dari kepemimpinan Dolores Umbridge yang payah. dalam pertemuan dunia sihir itu, Umbridge dibunuh manusia serigala lupa namanya lagi. Remus Lupin dan Nymphadora Tonks tewas ketika hendak menyelamatkan Harry agar tidak ditangkap oleh Voldemort.
* Pelahap Maut bisa menembus pertahanan dan "penopang" Grimaulds setelah sebelumnya mereka menyiksa Percy hingga tewas. markas dipindah ke Hogwarts. di Hogwarts mereka berempat menemukan Horcrux berikutnya yang merupakan tiara Roweina Ravenclaw. mereka musti melawan laba-laba raksasa dan seekor basilisk. Ginny terkena gigitan ular dan terluka parah.
* Pansy menyerahkan Harry ke Voldemort dengan maksud menyelamatkan Draco. pada akhirnya Harry bertarung ama Voldemort di Kementrian Sihir. Ron, Hermione n Ginny menyusul Harry ke Kementrian Sihir. pada akhirnya Harry mampu melayangkan kutukan tak termaafkan ke Voldemort. Avada Kadavra!
* dunia sihir akhirnya merayakan kekalahan Voldemort dan memperingatinya sebagai hari Potter, Potter's day!
* Bill dan Fleur memiliki putra. George Weasley merit ama Shanon, sekretaris toko leluconnya. Harry menikahi Ginny setelah lulus dari Hogwarts. Fred pacaran putus-nyambung ama Iris Parkinson. Ron menikahi Hermione. akhirnya mereka beranak pinak, huehehehe... Mrs. Weasley menggunakan kamar Percy sebagai kamar bayi cucu-cucunya, untuk mengenang Percy dan mengingatkannya untuk tidak bersedih karena life must go on.


fiuh... meskipun banyak detil-detil yang belum Dian ceritain, which is about Harry snogging around with Ginny, huehehe... tapi kurang lebih gitu deh critanya. capek 2 hari menatap monitor ngebaca file pdf-nya, ni mata mpe jereng, mpe merah sebelah... tapi puas puas dan puas. huehheee...

Friday, February 2, 2007

gratisan... oh senangnya!

yup itu foto Dian lagi pegang buku-nya Cacing *pose-nya kayak lagi promo-in buku Cacing ya?!*. Dian dapet 'gratisan edition' dari Cacing, lengkap ama tanda tangan kedua Cacing-nya *Cacing kayak artis (^_^)*. anyway, makasih ya Cing atas segala kegratisan-nya, mulai dari buku ampe ongkos kirimnya, bahkan pajak pun ditanggung oleh Cacing-nya. cihuuii, Dian ber-
chitchat (baca: sorak-sorak) bergembira, he3x.

mama-nya Dian sempat nanya, loh kok anak bandung bilang "tjah aju" ke kamu, bukannya "neng geulis", huehehe... ah mama-nya Dian mau tau aja deeehh (^o^)

speaking-speaking tentang blog yang dibuku-kan... pasti keinget ama buku kambing jantan. nah.. itu Dian juga dapet gratisan, bukan dari si kambing nya, tapi Dian dapetnya dikasih ama temen-nya Dian. fresh paket dari Bali *makasih ya, Ofan*.
btw, kambing udah ngluarin buku kedua-nya, cinta brontosaurus, tapi kok dian blom dapet ya *lirik kanan-kiri sambil mengharap* huehehee... emang dasar pecinta gratisan v(^_^)

nb: Cing, gratisan edition buku keduanya, Dian tunggu ya, he3x...