Showing posts with label ChitChat. Show all posts
Showing posts with label ChitChat. Show all posts

Monday, August 14, 2023

monday

hari senin kadang terasa berat, bagaimana kamu memulai senin mu seolah menentukan bagaimana kamu akan menghabiskan minggu itu. terkadang sangat penting membulatkan tekad di hari senin dengan bahagia, sehingga apapun yang akan terjadi beirkutnya, better or worse, i'm gonna decide to get through itu with smile and positive way. yah itu faktor internal.

faktor eksternal, sesuatu yang tidak bisa diprediksi dan kadang tidak sesuai dengan standar yang ingin kita terapkan. keluarga bisa disebut faktor eksternal terhadap mood kita ga sih? 

i'm sorry but the judge is ourselves... any objection from the outside it's okay be my guest, but the final decision is on me.

Saturday, January 22, 2022

2022 new years

happy new year 2022 to all of you. 

let's embrace this year with more gratitude and optimism. yeah don't count your blessings, but embrace it and always gratitude everything that happen to you. and not forget to always take the good side of everything. keep positive and optimist in any situation you deal. at least for me that will help to deal any uncomfortable situation.

be good to yourself and to others, so kindness will surround you. cliche... but yeah, don't forget to be good to yourself. you! yes you! because you yourself, your happiness is also matter. the happy you will spread happiness to others too.

if you feel sad, uncomplete, or panic because of not knowing what will come next.... just take a deep deep deep breath an pray. pray that God will leads to goodness. 

Saturday, November 28, 2020

I’m Positive Covid-19

Shocked.. yup. Denying.. yup. Anak-anak gimana.. orang serumah gimana..

Jadi guys, dalam masa pandemi virus corona ini dan sambil nunggu vaksinnya ditemukan.. ikutin anjuran pemerintah dan sosialisasinya which is 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), #tetapdirumah tahan diri untuk tidak jalan-jalan. Jika keluar rumah karena harus beli sesuatu yang ga bisa di-cover layanan pesan-antar, atau karena harus keluar rumah karena-kalo-ga-bisa-stress-di-rumah maka kembali ke disiplin 3M tadi. Selain itu ada 3T (testing, tracing, treatment).

Ceritanya karena temen ada yang terkonfirmasi positif covid-19 dan sempat kontak meski kami menerapkan 3M, jadinya saya test swab PCR. Karena saya swab, maka suami test swab juga, just to be safe. Selama menunggu hasil test, kami isolasi mandiri dan jaga jarak dengan anak-anak dan orang tua di rumah.

Hari 1 : 19 Nov 2020 saya dan suami tes swab PCR di lab berbeda

Alhamdulillah kami berdua dalam kondisi sehat, tidak ada gejala seperti: batuk, pilek, demam, sesak napas, nafsu makan hilang, indra penciuman hilang, dll. Karena menunggu hasil swab, kami pun work from home.

Hari 2 : hasil saya keluar, POSITIF covid-19

Kaget dong. Nyangkal dong.. ga percaya sama hasilnya. Menetes lah air mata karena ngebayangin anak-anak kena juga ga nih, orang tua kena juga ga ya.. setelah saya info hasilnya, suami gercep yang tadinya isolasi mandiri kami di lantai 2 dan yang lain di lantai 1, langsung disinfektan barang-barang yang sempat saya pegang di lantai 1 dan 2. Pembatasan area gerak saya hanya sebatas kamar tidur, kamar mandi, teras, semuanya di zonasi. Semua kebutuhan saya dimasukkan kamar, galon air minum, piring-gelas-sendok, meja kerja, dll. Lapor ke RT. Diskusi sama suami gimana-gimana nya. He’s the one who handled everything, sementara istrinya masih shock dan butuh waktu untuk proses ini semua.


Suami tempel duck-tape di lantai untuk batas area yang boleh saya lewati.

Hari 3 : orang rumah (kecuali anak-anak) tes swab PCR

Kondisi saya sehat meski bosan di dalam kamar. Cerita-cerita ama teman dekat biar terhibur.

Hari 4 : hasil suami keluar, NEGATIF

Alhamdulillah lega banget. 

Hari 5 : saya test swab PCR lagi

pas saya pergi test, ternyata orang puskesmas datang. Orang tua saya yang jelasin bahwa saya tidak ada gejala. tim Puskesmas menyarankan Isolasi mandiri di rumah dan memberikan obat untuk saya minum.

Obat dari Puskesmas.

Hari 7 : sore hari hasil orang rumah keluar, NEGATIF semuanya. Alhamdulillah, lega banget. Orang tua baik-baik saja.

Malam harinya hasil saya juga keluar, NEGATIF ! Alhamdulillah. super duper lega.

Lanjut diskusi sama suami, karena saya ada rasa menyangkal validitas lab tempat saya tes yang pertama, atau kemungkinan memang saya negatif sedari pertama, terlepas itu semua… Suami menegaskan hasil swab PCR saya yang pertama adalah Positif. Dan untuk tahu seseorang itu positif covid atau tidak, tes swab PCR yang paling pasti. Karena hasil rapid tes ataupun tes serologi tidak bisa mendeteksi detail seperti hasil tes swab PCR.

Meskipun saya sehat, maka saat ini saya adalah OTG (Orang Tanpa Gejala) dan harus melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari sejak hari 1 swab. Tujuannya ya daripada resiko menularkan buat orang serumah atau orang sekitar. End of discussion.

So guys, this virus is real. As real as the preventive action that we should do.

Hari 10 : hari ini, hari saya menulis ini.

Alhamdulillah sehat. Masih isolasi mandiri di lantai 2. Sesekali nyapa anak-anak dari atas. Menghitung hari, besok lusa bisa ngumpul sama anak-anak lagi.

“Hai mama… Kaia sayang mama ya”, trenyuh ga sih denger gitu dari anak 4 tahun.

Sedangkan yang bayi 11 bulan, seminggu ga ketemu gigi nya yang ke-4 udah numbuh!

Saya disini, suami disana.
Situasi 
 kami jika makan bersama atau ngobrol.

Hikmahnya adalah pencegahan itu penting guys. Menurut saya yang paling susah dari 3M itu adalah menjaga jarak. Tapi masa pandemi seperti ini, memang harus dijalani demi Kesehatan dan keselamatan Bersama.

Terima kasih atas doa dan support teman-teman yang sudah menyemangati agar cepat sembuh, cepat negative, dan mengingatkan untuk happy terus dan jangan stress.

 

Semangat sembuh dan Bahagia selalu!

Dari saya yang masih isolasi mandiri.

Monday, May 25, 2020

blog vs vlog

Maraknya video blog atau vlog akhir-akhir ini apakah membuat blog kalah pamor? Menurutku ga juga, karena sesekali menulis di blog terasa lebih personal dan punya 'feel' tersendiri. Bahkan kalo aku baca postingan2 terdahulu, 'feel' itu masih tersirat dari kata demi kata yang tersusun dala kalimat blog nya.

Beberapa moment memang ada yang lebih seru ditampilkan dalam bentuk vlog, lebih memudahkan audience juga untuk turut menyaksikan apa yang kita lihat dan abadikan dalam video. Aku pun mencoba menuangkan beberapa moment dalam bentuk vlog, enjoy juga pada saat editing nya. Apalagi sekarang ini banyak aplikasi2 gadget yang memudahkan editing sampai dengan share ke youtube nya.

Menulis blog lebih seperti menuangkan isi kepala kedalam tulisan. Sudut pandang kita terasa personal dan orisinil. Tidak ada aplikasi yang memudahkan, so menurutku blog lebih punya value dalam hal ini. 

Friday, March 27, 2020

when you are about getting married

get married is so exciting, isn't it? after all the journeys and efforts, the happiness and broken hearted you've been through, you finally meet and choose someone as "the one". you both decide to get married, make an announcements to the family and start the wedding preparation.



when all the preparation for D-day finished. all the dramas (internal or external) have been solved. there's something inside urge you with the question like, "are you sure with all of this?", "are you sure you're going to marry him/her?" and "what will happen after the wedding party?", etc.

that kind of questions will put the bride/groom-to-be in a situation or phase like self-doubt, want to run away from all of it, panic attack and other negative thoughts.

my opinion, keep praying and stay positive. such a cliche, huh? it is. because there's no manual book about it. every bride/groom-to-be will create their own manual book to over calmed this situation.

Sunday, January 27, 2019

jomblo harus baca ini: cara dapat pasangan

kenapa harus baca? karena saya akan menuliskan bagaimana mendapatkan pasangan. kenapa saya sok tahu? karena saya been there, done that, got the t-shirt. mungkin anda berpikir, iya saya sekarang sudah menikah, jadi gampang buat saya ngomong atau nulis kayak gini. well, fyi saya juga pernah jomblo 32tahun, mengalami patah hati, diduakan, tengsin, di PHP, ditanya mulai dari pacarnya mana sampai kapan nikah. so i am a lil bit expert on this :))

sebagai catatan tips ini termasuk relatif ya, bisa cocok dengan anda, bisa juga tidak. karena tidak semua memiliki sudut pandang yang sama terhadap sesuatu. shall we start it?


cara dapat pasangan versi tjahaju:

1. pantaskan dirimu
ini aku pernah denger dari salah satu cocotan Mario Teguh, which i find relevant enough. tanyakan pada diri anda sendiri, sudah pantaskah anda mendapatkan pasangan? apa yang membuat anda pantas ditaksir seseorang? in other words, ngaca dulu dan temukan hal positif pada diri trus maksimalkan, temukan hal negatif pada diri trus minimalkan.
contoh: kewajiban ibadah misal sholat, udah 5 waktu kah? kalo belum maka harus full 5 waktu, jika sudah maka jadikan setiap waktunya di awal waktu. misal ibadah ke gereja, tiap minggu ke gereja kah? jika belum maka ke gereja lah, jika sudah maka datanglah misa yang paling awal.
contoh lagi: belum diterima kerja, maka lakukan hal-hal yang membuat anda pantas diterima kerja. biasakan bangun pagi, mandi pagi, apply kerjaan meskipun via web kalo perlu anda dalam outfit yang seperti akan berangkat interview, kenapa? coz you are sending a good vibe when you're clicking those button.
contoh lagi ya: grooming. dandan. ojok mbambes. ya memang sih anda berpikir be myself, inilah diriku.. tapi coba pikir deh, kalau anda terlalu mbambes, apakah diri anda sendiri mau melihat diri anda sendiri?

2. miliki prinsip.
anda harus memiliki prinsip personal dalam diri anda. begitu anda memiliki prinsip, otomatis kriteria pasangan akan terbentuk dengan sendirinya. prinsip hidup otomatis juga akan memfilter para kandidat pasangan sampai ke "the one". kalo ada yang tidak sejalan dengan prinsip anda, maka dia bukan "hte one". tapi jika ada yang bisa menghargai prinsip anda, tidak mengekang bahkan bisa beriringan menjadi dewasa bersama dengan prinsip yang sudah anda pegang, maka dia layak dipertimbangkan.
prinsip tidak bisa dirubah, tapi bisa dikompromikan selama tidak melenceng jauh. bingung ya? but you will know when the time is come. be patient and strict to it.
contoh: saya memiliki prinsip pasangan saya harus seiman dan selalu sholat 5 waktu. ini prinsip yang tidak bisa ditawar. jika ada kandidat yang tidak memenuhi kriteria saya itu, ya antara saya yang mundur teratur atau dia nya yang ga tau kenapa ngilang sendiri. kompromi yang pernah saya lakukan? ya fine berteman baik dan spesial saja, tetapi akan kembali ke prinsip bahwa dia bukanlah "the one". hahaha... namanya juga masa-masa pencarian, having fun without crossing a line is a must.

3. bobot, bibit, bebet
yang ini aku ga full banget sih, karena pada dasarnya saya besar di keluarga modern yang mengutamakan kejujuran. intinya untuk decide "the one" paling tidak kita tahu bagaimana dia dibesarkan dan family value nya. apakah kita bisa fit in dan cope dengan keluarganya dan juga sebaliknya apakah dia bisa fit in dan cope dengan keluarga kita. memang yang menjalani adalah anda dan dia, tetapi bagaimanapun kalian adalah bagian dari sesuatu dan kalian harus figuring out how to make it works in the future.

4. open your heart and mind.
jangan berprasangka, jangan berpikiran tertutup, stay positive. it will make you glow from the inside. semuanya memang tidak instant ya. jika kita berusaha menjadi lebih baik, kita akan dikelilingi hal-hal yang baik. lihat sekitar, terkadang jawabannya itu sudah di depan mata, hanya saja kita tidak menyadarinya.

5. berdoa
pacaran lah sering-sering dengan Tuhan, berdoa dan ceritakan pada Nya, kandidat-kandidat yang anda temui. mintalah agar Tuhan pertemukan dan menyatukan dengan yang terbaik.

sudah... do five things above continously... and i think within 3-6months anda sudah akan merencanakan pernikahan. amiiin.. hahaha...

Friday, January 4, 2019

2019

hampir setahun sudah saya mengabaikan blog ini *maafkan* berkurang waktu untuk merenung, intropeksi, dan menulis. seperti pada umumnya sibuk dengan sehari-hari keluarga, pekerjaan, dan ambil yang instant saja seperti instagram atau facebook untuk menitipkan moment atau memori dengan caption yang seadanya.

apakah akan ada perubahan mulai 2019. harus! dan itu harus ke sesuatu yang lebih baik!

Wednesday, January 3, 2018

2018

intropeksi yang "sempat" saya lakukan pada liburan tahun baru 2018 adalah saya terlalu banyak follow akun jualan atau selebgram. rasanya nyaman sekali sekarang setelah unfollow mereka. bagaikan melakukan "decluttering" metode konmari.
kebetulan sekarang sudah berubah ke mode apa-apa untuk anak, jadi menyisakan beberapa akun jualan untuk keperluan anak. sekarang ini instagram saya lebih mengarah pada kategori home organizing, parenting tips, sedikit gosip dan politik, dan sekelumit royal family.

sepertinya saya sedang menjalani sebuah fase transisi yang belum bisa saya terjemahkan ke dalam kata-kata. saya berusaha memahami suatu proses yang sedang berjalan di sekitar saya. semoga saya segera mendapatkan jawaban atau pemahaman yang mampu memberikan kedamaian pada pemikiran saya.

Sunday, December 31, 2017

terima kasih 2017

sepertinya waktu berjalan cepaaat sekali, ga terasa kita sudah di penghujung tahun 2017. Alhamdulillah diberi rejeki umur dan kesehatan untuk menyambut tahun 2018. 
segala sesuatu memiliki prosesnya masing-masing, dan sebagai manusia kita harus bersabar dan tetap berusaha melakukan yang terbaik dan untuk kebaikan. saya sih resepnya masih sama, berusaha untuk ikhlas, ihtiar, bersyukur dan rendah hati dalam segala hal.
sampai ketemu di tahun depan ya, tahun 2018 :)

Tuesday, February 16, 2016

cerita hijab saya

saya lahir di keluarga muslim, dididik dan dibesarkan dengan pengenalan dan pengamalan ajaran Islam. sebagai anak perempuan, sejak kecil saya diberi pengertian tentang kewajiban untuk menutup aurat. orang tua saya tidak memaksakan atau memakaikan hijab kepada saya sejak kecil. bagi mereka yang terpenting saya memahami bahwa muslimah wajib menutup aurat di depan orang yang bukan muhrim nya. pembicaraan tentang memakai hijab adalah salah satu diskusi saya dengan mama secara santai dan tidak banyak tuntutan. pernah ketika saya masih SD saya mengatakan ke mama nanti saja pas SMP, eh SMA, eh kuliah, eh ... hingga akhirnya mama meninggal pada 10 Juni 2010 dan saya kehilangan teman diskusi dan panutan saya.

keinginan berhijab selalu saya sematkan dalam hati. memantapkan diri untuk mulai berhijab lah yang masih ditimbang-timbang. pada Juni 2009 ketika saya interview pertama kali di perusahaan tempat saya bekerja sekarang, saya pun menanyakan, "jika saya nanti memutuskan untuk berhijab, apakah ada ketentuannya untuk posisi yang akan saya tempati?", dan saya mendapatkan penjelasan bahwa untuk posisi front-liner ketentuan yang berlaku saat itu seragamnya tidak boleh berhijab, namun di posisi lain diperbolehkan. ok, dapat dipahami.

pertengahan tahun 2012 keinginan berhijab semakin bertambah. saya bersyukur karena selama saya kost dan kerja di Jakarta selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik. saya mulai membaca kisah-kisah inspiratif yang dapat menghibur kedukaan saya atas perginya mama dan menginspirasi saya untuk lebih ikhlas dan tawakal. hingga pada Desember 2012 saya membaca artikel tentang gadis yang memilih terlihat cantik di mata Pencipta nya. sesuatu dalam cerita tersebut menggugah hati dan menyadarkan saya, hingga saya memutuskan untuk mulai belajar berhijab sejak Januari 2013.

saat itu saya sebut belajar karena saya belum memiliki banyak baju yang tidak ketat dan menutup aurat. belajar karena saya yang tomboi dan cuek berusaha menata diri menjadi lebih dewasa. belajar dan berharap saya mampu menjalani cobaan yang akan menggoyahkan tekad saya untuk berhijab. cobaan pertama tentunya adalah tuntutan pekerjaan yang belum membolehkan seragamnya untuk berhijab. namun saat itu saya tanggapi dengan fleksibel dan yang namanya juga belajar, sehingga saya berhijab ketika berangkat-pulang kantor dan jika main keluar kost. saya tidak berhijab pada saat jam kerja sesuai posisi tugas saya. setahun penuh saya lepas-pasang hijab. aneh memang... di satu saat orang melihat saya tak berhijab, satu saat lainnya mereka melihat saya berhijab. bahkan ada seorang teman expatriat yang secara langsung bertanya kepada saya, "kenapa kamu lepas-pasang hijabmu, kenapa tidak kamu pakai saja sepanjang hari?" dan saya pun menjelaskan karena ketentuan perusahaan terhadap posisi saat ini. lebih lanjut dia menanyakan, "are you comfortable with that?", yang hanya bisa saya jawab, "no, but i have no choice at the moment".

saya lupa pada akhir 2013 atau awal 2014, saya memantapkan diri saya untuk memilih berhijab dan hal ini pun saya sampaikan pada atasan saya. bahwa saya sudah mantap untuk full-berhijab dan sudah tidak nyaman berlepas-pasang hijab lagi. dengan bijak beliau berkata akan akan berkonsultasi dengan atasan kami untuk solusi yang terbaik. dan kami berdua pun menyiapkan hati untuk kemungkinan bahwa kami tidak akan satu tim lagi. disini saya merasakan cobaan antara memakai hijab dan melepaskan posisi pekerjaan yang sudah saya rintis bertahun-tahun. tak hanya itu, saya mendapat cobaan lagi ketika papa berpulang pada 8 Januari 2014. saya semakin bimbang dan bertanya-tanya, saya harus beradaptasi dengan kondisi tanpa orang tua, merantau di Jakarta, masih harus beradaptasi dengan pekerjaan baru atau yang terburuk beradaptasi dengan perusahaan baru jika memang saya harus resign.

saya hanya bisa pasrah, banyak berdoa dan tawakal, dan belajar untuk lebih ikhlas. saya hanya berharap bahwa Allah akan menguatkan niat saya dan memberikan jalan yang terbaik.

pertengahan 2014 saya bergabung dengan tim baru pada posisi yang dapat mengakomodir saya untuk berhijab secara full, masih di perusahaan yang sama tempat saya bekerja saat ini. saya bersyukur bahwa saya mendapat jalan keluar yang terbaik. meskipun posisi baru ini terasa berat karena saya harus cepat belajar untuk menguasai tuntutan pekerjaannya yang selalu dinamis. terkadang saya pun menangis sendiri di kost-an untuk melepas penat dan menenangkan diri. saya pun banyak berdoa untuk lebih dikuatkan dan diberikan yang terbaik lagi.

saya bersyukur karena sekarang hijab adalah bagian dari diri saya. hijab melengkapi, menguatkan, mendewasakan dan secara tak langsung selalu mengingatkan atau menjaga diri saya dalam keadaan sadar dan berpikiran jernih dalam menghadapi cobaan atau masalah.

inilah cerita hijab saya yang tak akan bosan saya ceritakan berulang kali setiap ada teman yang menanyakan, "sejak kapan?", "kenapa?", dan "apa yang membuatmu memutuskan berhijab?". saya bukan ahli agama, saya bukan pendakwah, saya hanya orang yang masih terus belajar namun saya memiliki komitmen untuk selalu berbuat kebaikan, seperti halnya yang diajarkan orang tua saya. saya tidak berani menggurui orang lain, namun saya berharap cerita saya mampu menginspirasi orang lain ke arah kebaikan apapun itu.

Saturday, April 4, 2015

scandal

okay i'm back. i set my blog as private for a couple months or so. one reader sent me a complain message. hahaha... *Rully, hope you happy now my friend*

see my post title above? it is one of my favorite serial tv, starring Kery Washington.
however, this word is full of intrigue.
how many of us has a scandal in our life?
how many scandals in our life that we chose to keep it for our self?
how many people involved on those scandals?
can they keep it for themselves? can they remain silent? can we trust them?
why we chose to keep it to our self? or limited to people involved?
what make it as a scandals category?

according to google translate, scandal (noun) is an action or event regarded as morally or legally wrong and causing general public outrage.
action or event... wrong... causing... outrage...
definition accepted.

apart from the serious definition by google.
for me scandals is a memory of stupidity and silly action that feels so right for our self at that time (or until now) but wrong for other people, so rather than causing misperception, we prefer to keep it to our self for the sake of peacefulness.

but somehow when we meet our partners in crime accidentally, it will bring back those scandals in our mind, and bring the mischievous grin between us. or any other gesture, like shame, running away, smile, sending secret code that means 'just keep it between us'.

what i learned from those movie is scandals can be used as an insurance. to keep us safe or to destroy us. that's the interesting thing.
so, no more stupidity demonstration. no more scandals, ok!

Sunday, November 16, 2014

uh-oh!

uh-oh! this kind of feeling... i felt it back then on june '08 and june '09. kind of decision i should take, but usually it took me 2-3 months in advanced. while now, i felt it like 2 years in advanced.
gotta keep my faith on it.

 i wish everything can go together, but sadly it is not. just like john green said on one of his book, "the world is not a wish granting factory". anyway, i can only hope that everything will be alright.

tough.. tough year. but i'll hang on. every bittersweet i had, hopefully i can left the bitter and take this as a milestone of the sweet thing on each path ahead.

Sunday, August 31, 2014

cherish the moment

group photo...... dengan adanya hp berkamera sekarang sering banget ya orang photo bareng. sebelum makan, ketika dalam pertemuan, atau untuk mengabadikan moment. biasanya sih photo bareng tim di kerjaan atau satu departemen ketika jalan2 atau makan bareng dimana gitu.

entah apa Anda juga pernah merasakan hal yang sama, namun terkadang ketika saya melakukan group photo..... muncul perasaan bahwa ini foto tim terakhir. bukannya apa, semacam firasat aja bahwa kebersamaan atau formasi tim akan berubah, entah ada anggota tim yang resign atau mutasi.
firasat itu muncul dengan sendiri nya dan ada sedikit rasa sedih setelahnya. sedikit karena saya tidak tahu apakah benar akan terjadi.

perubahan memang selalu terjadi, tidak jisa dihindari. at least the objection of group photo memang sebagai kenang2an. dan sesuatu untuk mengabadikan moment.

Saturday, August 2, 2014

mendengarkan

kebetulan kemarin nonton Hitam Putih dimana bocah 4 tahun, Mas Bro, membacakan atau menghafal salah satu surat di Al Quran *lupa nama surat nya* yang ber-ayat banyak dan panjang.
menurut penjelasan ayah nya, Mas Bro (yang nama aslinya Ibrohim) bisa hafal surat karena setiap hari mendengarkan sang ayah mengajari si kakak yang terpaut 3-4 tahun dengannya. jadi Mas Bro hafal karena mendengarkan bukan karena melihat atau membaca. dan memang bocah ini belum bisa membaca baik itu huruf hijaiyah atau pun latin.

mendengarkan.... mengingatkan pada topik seminar orang tua tentang kesehatan telinga anak untuk menunjang proses belajarnya. Dokter pemateri menjelaskan bahwa mengajari dan membiasakan anak untuk mendengar dengan penuh perhatian itu penting untuk merangsang kecerdasan otak dan memorinya. karena dengan mendengar, anak akan memvisualisasikan/ membayangkan/ mengimajinasikan apa yang dia dengar dan memahami dengan cara kreatif nya sendiri (membentuk pola pembelajaran).
sayang hanya ikut separuh seminarnya, tapi make sense juga sih. ingat kan anak kecil diperdengarkan musik bahkan sejak dia di kandungan. bisa jadi juga bayi mengenali suara ibunya, sehingga senandungnya bisa membuatnya tenang.
seringkali anak atau kita bereaksi atau bertindak bukan karena memahami instruksi yang diberikan tapi karena melihat bagaimana instruksi diperagakan. saya sendiri juga lebih tertarik melihat gambar atau peragaan instruksi keselamatan pesawat daripada mendengarkan instruksi nya yang cepat dan bla bla.

enough theory, let me tell you about how I understand this matter with my real story of my own. ketika saya masih bocah umur 4-5 tahun, saya suka mendengarkan cerita lisan dari nenek yang mayoritas bertema anak yang durhaka atau surga-neraka. nenek juga mengajarkan lagu "'Lir Ilir", "Dondong opo salak" dan "Para sederek kula sedaya, jaler estri enom lan tuwa".
anyway benang merahnya dengan cerita Mas Bro diatas, nenek memperdengarkan, melafalkan dan mengajarkan saya untuk menghafal beberapa suat pendek dan doa yang saat itu saya bahkan tidak tahu itu doa apa. untuk mempermudah saya yang masih kecil dan belum bisa baca tulis, maka beliau menyebut nama doa tersebut sesuai kata pertama awal doa, misalnya "coba nenek mo denger 'Kabiraw..', bagusss... "Bismilahi..."? masih inget ga.... dst."

ketika saya TK B, berbeda dengan kakak yang sekolah di Hang Tuah AL, mama menyekolahkan saya di Muslimat NU. disini saya diperkenalkan cara sholat dan jadi tau bahwa "Kabiraw" dibaca di awal sholat dan "Attahiyatul" dibaca di tengah dan diakhir ketika duduk setelah sujud yang sebelumnya pas duduk bacanya "Rabighfirlii" *hahaha..... maklum anak umur 5 tahun*

begitu SD kelas 3 (umur 8 tahun) saya baru ngeh kalo doa yang diajarkan nenek itu punya nama, seperti: doa iftitah, bacaan I'tidal, duduk antara dua sujud, doa tahiyatul awal atau akhir, doa untuk orangtua, dll. ternyata nenek mengajarkan bacaan sholat.
seperti Mas Bro, jadi saya hafal karena mendengarkan. dan bukan karena membaca tulisannya.

seperti halnya lagu, lebih mudah mengingat liriknya karena mendengarkan melodi dan lirik yang dinyanyikan daripada menghafal karena membaca liriknya. ya ngga sih? *iya juga sih ya*

jadi tips parenting dan kesimpulan kali ini "bersih itu sebagian dari iman, maka jangan jorok dan rajinlah bersihin conge telinga anda" *hakakaka*

Sunday, July 13, 2014

unfortunately

hahaha... i failed to continue my daily post commitment.
if any of you read this post, please keep me on your pray as i just got another unfortunate event. and thank you if you do so, i really appreciate it.

after loosing IDR 20mio on my own relatives, someone break in to my flat room. i'm grateful i wasn't there when it happens and that i bring my laptop for a meeting that week. well i loose some electronic hardware, but i'm grateful that i'm OK.

i believe there's silver lining on everything. i take this unfortunate event as a test from God, as a reminder of something, and i learn to be a big heart person and accept everything... with smile of course =)

that's all for now. i should get back to my powerpoint task. see ya.

Thursday, January 23, 2014

maturing

sebatang kara.
seperti ungkapan di film-film atau sinetron ya. menjelaskan hidup seorang diri tanpa sanak saudara. hari demi hari pun berjuang untuk hidup.

jujur sesekali aku merasa demikian. terutama ketika lagi sensitif, sedang sakit atau merasa bingung menghadapi sesuatu.
bagaimana tidak, kerja di jakarta, jauh dari kampung halaman *ya jaman sekarang ga jauh sih, sebatas 16jam naik kereta api, atau Rp 600ribuan naik pesawat*, ibu sudah tiada, menyusul ayah yang baru saja berpulang, tersisa kakakku yang jarang menasehati aku.

tabah. sabar. tough. fighter. adalah beberapa kata sifat yang seringkali orang lontarkan padaku. sesekali aku tidak percaya, benarkah itu yang mereka lihat dari diriku.
rapuh. ragu. bingung. kesepian. adalah beberapa kata sifat yang sesekali aku lihat pada diriku.
beruntunglah aku adalah orang yang menyukai keseimbangan. tawakal dan berpikir positif adalah beberapa hal that keep me sane dan mempertebal keyakinan ku terhadap Tuhan. mungkin itu yang terlihat oleh orang disekitarku, meski sesekali aku melihat diriku sebagai kebalikan dari apa yang mereka lihat.

Tuhan Maha Adil. ditempatkan-Nya aku diantara orang-orang yang baik. teman kantor, teman kost, teman di jakarta, teman di kampung halaman... semuanya orang baik dan bermanfaat ilmunya yang syukurlah tidak pernah menjerumuskan ku dalam jalah yang salah. Tuhan menjagaku melalui orang-orang terbaiknya di sekitarku.

all i have to do now is learn to trust them. seperti aku percaya Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar untukku. karena Tuhan tidak pernah berpaling dari umatnya.
ketidak abadian membuatku ragu untuk mempercayai orang. berpulangnya ibu mematahkan hatiku, membuatku membangun dinding kasat mata terhadap sekitarku karena aku tidak ingin patah hati lagi ketika sesuatu tak berjalan seperti harapan.
berpulangnya ayah dalam waktu dekat ini sepertinya membuatku mempertebal dinding itu.

manusia berencana, ketetapan Tuhan lah yang berlaku. aku harus menyadari dan melaksanakan hal ini. pastinya atas kuasa Tuhan lah, aku menuliskan TRUST dalam resolusi tahun baru ku. ternyata itu semua mengarah dan mempersiapkanku untuk tabah ketika Tuhan memutuskan mengambil ayah di awal tahun ini.

i should start to bring down my bridge of trust to the people suround. let them not just see my kindness outside, but also feel it from the inside.
i should remember that everything outside my plan is God's plan that i should accept. all thing happen for my own kind, to be more stronger in my faith and stronger as a person.

maturing is such a pain in the ass right, hahaha... but if we did it and get through it successfully, that will make us a better and better person. semua demi ridla dan surga Allah. let's just keep that in our mind.

Thursday, October 3, 2013

tree

i like the idea of a tree recently. the big and strong one. anything will feel save under or around it. everything can have a life on it too. that's why "tree of life" quote sound familiar.

i think tree is also the symbol of wisdom. many thing will depend on it. however, everything can't 100% percent depend on it. because it depend on how to keep it save and strong. "take and give" law applied here.

tree is also sincere. it is part of mother earth. no matter how much taken from it, it will try it best to give or just hanging there. until the force of nature make it balance. either it's gonna be the end of the givers or the reminder for it takers.

sometimes i imagine myself as a tree. there is also a moment when it feel so strong and powerful.. or weak and dying.

Thursday, November 8, 2012

ROCKtober

another belated post. it because so many thing happen on october. two obituaries from my very own friend. so sad and so shock when i heard it. don't want to believe, but it's happening. speechless, was the only thing on my mind.

and my 29th birthday. yay! i'm so grateful that i hit this age. hopefully gonna hit another thousands year more *sound like a song lyrics huh*. although i felt sad because my mom wasn't here anymore. the greatest gift would be her hugs. and that's definitely mission impossible for human.


i wish a lot of good thing would happen to me. i wish i always surrounded by people that love and care for me, and i wish i can give it back to them. i wish a lot of love for everyone too. so, let's welcome november and let's move on.

Wednesday, October 10, 2012

fulfill your wishlist

i started listing my birthday wishlist on 2009 at my facebook notes. i have a huge hope that perhaps i'm making it easy for those who would like to gave me a birthday gift. perhaps that list was too much of me, so not all of my list came true from my friend or santa claus. hahaha... i know i should not counted my happiness from other people, you know... like waiting for santa will fulfill my wishlist. so those list, well, i make it as an accomplishment list. kind of dream book. 
i'm counting on myself to fulfill those wishlist i made. i did not set any timeline. i just believe that i will get it somehow.. someday... anyhow... anyday. 
if you visit my facebook notes, you will understand what i meant. 

if you remember my-wishlist-post here, well... the picture below show you my accomplishment ^_^


yay! happy birthday to me. well not yet. my birthday is on oct 19th. so, have you make your own birthday wishlist?

Friday, April 6, 2012

tough question

sudah lama saya menon-aktifkan fitur FB di BB saya dengan alasan menghemat baterei. kenyataannya memang demikian. bisa dibilang saya jadi jarang online FB dan online hanya dari PC di kost. 
jadi malam menjelang pergantian hari kemarin, saya pun online FB dan melalui fitur FB chat, seorang teman baik di negeri kincir angin sana menyapa saya. 
satu dari pertanyaannya yang agak menggelitik saya hingga sekarang. yah sebenarnya pertanyaannya sudah saya jawab sekadarnya saat itu. tapi entah mengapa pertanyaannya berubah menjadi sebuah pertanyaan dari saya sendiri untuk saya sendiri yang saya pun berusaha menjawabnya kepada diri saya dengan sebaik mungkin.

"apa saja aktivitas Dian selama ini selain bekerja keras?"

mmmh...
errr...

-tidur
-memulai belajar biola
-nonton dvd
-menabung
-hang out dengan teman-teman

errr...

-doing good deeds
-daydreaming
-imagine
-catchin' something
-saving the world

mmhh...

shoot! tough question.