Sunday, January 27, 2019

jomblo harus baca ini: cara dapat pasangan

kenapa harus baca? karena saya akan menuliskan bagaimana mendapatkan pasangan. kenapa saya sok tahu? karena saya been there, done that, got the t-shirt. mungkin anda berpikir, iya saya sekarang sudah menikah, jadi gampang buat saya ngomong atau nulis kayak gini. well, fyi saya juga pernah jomblo 32tahun, mengalami patah hati, diduakan, tengsin, di PHP, ditanya mulai dari pacarnya mana sampai kapan nikah. so i am a lil bit expert on this :))

sebagai catatan tips ini termasuk relatif ya, bisa cocok dengan anda, bisa juga tidak. karena tidak semua memiliki sudut pandang yang sama terhadap sesuatu. shall we start it?


cara dapat pasangan versi tjahaju:

1. pantaskan dirimu
ini aku pernah denger dari salah satu cocotan Mario Teguh, which i find relevant enough. tanyakan pada diri anda sendiri, sudah pantaskah anda mendapatkan pasangan? apa yang membuat anda pantas ditaksir seseorang? in other words, ngaca dulu dan temukan hal positif pada diri trus maksimalkan, temukan hal negatif pada diri trus minimalkan.
contoh: kewajiban ibadah misal sholat, udah 5 waktu kah? kalo belum maka harus full 5 waktu, jika sudah maka jadikan setiap waktunya di awal waktu. misal ibadah ke gereja, tiap minggu ke gereja kah? jika belum maka ke gereja lah, jika sudah maka datanglah misa yang paling awal.
contoh lagi: belum diterima kerja, maka lakukan hal-hal yang membuat anda pantas diterima kerja. biasakan bangun pagi, mandi pagi, apply kerjaan meskipun via web kalo perlu anda dalam outfit yang seperti akan berangkat interview, kenapa? coz you are sending a good vibe when you're clicking those button.
contoh lagi ya: grooming. dandan. ojok mbambes. ya memang sih anda berpikir be myself, inilah diriku.. tapi coba pikir deh, kalau anda terlalu mbambes, apakah diri anda sendiri mau melihat diri anda sendiri?

2. miliki prinsip.
anda harus memiliki prinsip personal dalam diri anda. begitu anda memiliki prinsip, otomatis kriteria pasangan akan terbentuk dengan sendirinya. prinsip hidup otomatis juga akan memfilter para kandidat pasangan sampai ke "the one". kalo ada yang tidak sejalan dengan prinsip anda, maka dia bukan "hte one". tapi jika ada yang bisa menghargai prinsip anda, tidak mengekang bahkan bisa beriringan menjadi dewasa bersama dengan prinsip yang sudah anda pegang, maka dia layak dipertimbangkan.
prinsip tidak bisa dirubah, tapi bisa dikompromikan selama tidak melenceng jauh. bingung ya? but you will know when the time is come. be patient and strict to it.
contoh: saya memiliki prinsip pasangan saya harus seiman dan selalu sholat 5 waktu. ini prinsip yang tidak bisa ditawar. jika ada kandidat yang tidak memenuhi kriteria saya itu, ya antara saya yang mundur teratur atau dia nya yang ga tau kenapa ngilang sendiri. kompromi yang pernah saya lakukan? ya fine berteman baik dan spesial saja, tetapi akan kembali ke prinsip bahwa dia bukanlah "the one". hahaha... namanya juga masa-masa pencarian, having fun without crossing a line is a must.

3. bobot, bibit, bebet
yang ini aku ga full banget sih, karena pada dasarnya saya besar di keluarga modern yang mengutamakan kejujuran. intinya untuk decide "the one" paling tidak kita tahu bagaimana dia dibesarkan dan family value nya. apakah kita bisa fit in dan cope dengan keluarganya dan juga sebaliknya apakah dia bisa fit in dan cope dengan keluarga kita. memang yang menjalani adalah anda dan dia, tetapi bagaimanapun kalian adalah bagian dari sesuatu dan kalian harus figuring out how to make it works in the future.

4. open your heart and mind.
jangan berprasangka, jangan berpikiran tertutup, stay positive. it will make you glow from the inside. semuanya memang tidak instant ya. jika kita berusaha menjadi lebih baik, kita akan dikelilingi hal-hal yang baik. lihat sekitar, terkadang jawabannya itu sudah di depan mata, hanya saja kita tidak menyadarinya.

5. berdoa
pacaran lah sering-sering dengan Tuhan, berdoa dan ceritakan pada Nya, kandidat-kandidat yang anda temui. mintalah agar Tuhan pertemukan dan menyatukan dengan yang terbaik.

sudah... do five things above continously... and i think within 3-6months anda sudah akan merencanakan pernikahan. amiiin.. hahaha...

Friday, January 4, 2019

2019

hampir setahun sudah saya mengabaikan blog ini *maafkan* berkurang waktu untuk merenung, intropeksi, dan menulis. seperti pada umumnya sibuk dengan sehari-hari keluarga, pekerjaan, dan ambil yang instant saja seperti instagram atau facebook untuk menitipkan moment atau memori dengan caption yang seadanya.

apakah akan ada perubahan mulai 2019. harus! dan itu harus ke sesuatu yang lebih baik!

Wednesday, January 3, 2018

2018

intropeksi yang "sempat" saya lakukan pada liburan tahun baru 2018 adalah saya terlalu banyak follow akun jualan atau selebgram. rasanya nyaman sekali sekarang setelah unfollow mereka. bagaikan melakukan "decluttering" metode konmari.
kebetulan sekarang sudah berubah ke mode apa-apa untuk anak, jadi menyisakan beberapa akun jualan untuk keperluan anak. sekarang ini instagram saya lebih mengarah pada kategori home organizing, parenting tips, sedikit gosip dan politik, dan sekelumit royal family.

sepertinya saya sedang menjalani sebuah fase transisi yang belum bisa saya terjemahkan ke dalam kata-kata. saya berusaha memahami suatu proses yang sedang berjalan di sekitar saya. semoga saya segera mendapatkan jawaban atau pemahaman yang mampu memberikan kedamaian pada pemikiran saya.

Sunday, December 31, 2017

terima kasih 2017

sepertinya waktu berjalan cepaaat sekali, ga terasa kita sudah di penghujung tahun 2017. Alhamdulillah diberi rejeki umur dan kesehatan untuk menyambut tahun 2018. 
segala sesuatu memiliki prosesnya masing-masing, dan sebagai manusia kita harus bersabar dan tetap berusaha melakukan yang terbaik dan untuk kebaikan. saya sih resepnya masih sama, berusaha untuk ikhlas, ihtiar, bersyukur dan rendah hati dalam segala hal.
sampai ketemu di tahun depan ya, tahun 2018 :)

Wednesday, May 3, 2017

menjadi ibu

rasanya tak terdeskripsikan dengan kata-kata selain Allah Maha Besar. setelah 9 bulan janin itu bertumbuh-kembang di dalam rahimku, ia pun terlahir sehat dan dikelilingi dengan banyak cinta. sungguh Allah Maha Pengasih, telah menganugerahkan kami putri cantik yang menambah kebahagiaan keluarga.



"menjadi ibu".., dalam sekali ya kalimat yang terdiri dari dua kata itu. bagi saya terdengar seperti perjuangan, tanggung jawab, harapan, pengorbanan, berserah, panutan, masa depan dan lain sebagainya menjadi satu dalam diri.

"menjadi ibu" artinya tidak hanya ketika si jabang bayi terlahir dari rahim kita. bagi saya, seseorang sudah menjadi ibu (atau ayah) sejak ia mendambakan buah hati dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik baginya kelak. 

buat para calon ibu (atau ayah) di sana yang masih mendambakan buah hati, yang sedang berusaha (dari konsultasi dokter hingga menjalani program kehamilan) dan yang sedang menanti kelahiran bayinya atau (innalillahi) kehilangan bayinya... ingatlah, anda sudah "menjadi ibu (atau ayah)". karena apa yang anda lakukan adalah sebuah perjuangan, tanggung jawab, harapan, pengorbanan, berserah, panutan dan masa depan seperti yang seorang ibu (atau ayah) lakukan kepada buah hatinya.

ketika Allah Maha Pemberi menganugerahkan rizqi tersebut, Allah akan memberi kekuatan dan memampukan diri anda dalam menjalankan komitmen memberikan yang terbaik untuk si buah hati.

semangat!

Tuesday, July 12, 2016

bold lips make up look

two weeks from now my best friend is getting married. so excited karena aku dikasih kain seragam buat kebaya kutubaru, ya ala-ala bridesmaid gitu biar kekinian kalo foto bareng. pastinya pingin tampil beda dong dari biasanya, sampe janjian ama tetangga yang seorang perias biar riasanku ngimbangin kostum kebaya nya. tapi apa dikata, si mas perias ada job keluar kota =(

time for plan B... aku suka nonton vlog tutorial di youtube, salah satu yang kusuka itu Suhay Salim, karena durasi video ga kelamaan, penjelasannya to the point dan gampang dimengerti. so for the first time i tried to redo a makeup tutorial from her, and i choose Bold Lips look, link here.
and below is my result =)


why i chose to redo this look?
1. waktu liat videonya sepertinya gampang. kecuali bagian bikin eyelinernya, aku masih perlu latian lagi.
2. look ini oke juga buat ke party. mudah diaplikasikan sendiri ke muka dan karena lipstiknya yang bold bikin tampilan jadi beda dari makeup keseharian yang cenderung natural.
3. yang terpenting, karena aku bisa redo tampilan ini dengan makeup yang sudah aku punya sekarang.

jadi ini produk yang aku pake tadi:
- Maybelline Fashion Brow Duo Shaper - Gray
- LT Pro Eye Shadow Primer
- The Body Shop Eye Pallete - Smoky Brown
- Maybelline Lasting Drama Gel Eyeliner - Black
- Maybelline Magnum Volum Express
- X-pert Natural Eyelashes - 06B
- Maybelline Clear Smooth All in One - Nude Beige
- Maybelline Cheeky Glow - Peachy Sweetie
- Maybelline Color Sensational Lipstick - 435 Plum Perfect

aku belum punya foundation, biasanya pake BB Cream tapi ga kebawa, jadi aku pake bedak padat dan spons nya dibasahin dikit.
teruss aku juga belum punya bronzer, highlight dan shading, jadi aku pake dari eyeshadow pallete untuk shading hidung dan contour pipi.

so that's it. me in this look, yay or nay? i will definitely redo another tutorial look when i get time.

Tuesday, June 28, 2016

my cooking skills


saya bukanlah orang yang terampil di dapur, tetapi intelegensia dan logika saya cukup bagus dalam mengikuti instruksi... dalam hal ini resep masakan.
saya juga masih asing dengan nama rempah-rempah dan bahan masakan, tetapi di jaman sekarang hal itu bukan masalah lagi karena di supermarket sudah ada tulisan nama-nama rempah dan bahan di label harga nya.
dalam hal mengolah masakan, saya rasa 'feeling' saya cukup bagus meski harus banyak berlatih dalam hal meracik bumbu... tambah garam... tambah gula... tambah merica... dll. hal ini karena Mama (almh) orangnya tidak suka menggunakan penyedap rasa/micin pada masakannya.
jadi buat para pensiunan gadis tomboi (seperti saya)... memasak itu 'ilmu kadut' yang anda pasti bisa... jadi jangan kuatir. kalau ingin memasak, masak aja... ga usah kuatir ga enak.. masalah rasa akan semakin membaik dengan seringnya anda memasak.

footwear case

you gain something, you lost something. i'm sure you ever heard that. and for my footwear case, you gain comfy, you loose style. you gain comfy, you lost money. ha3x, in indonesian language the last one would be: ada harga, ada rupa.  i dunno why footwear can be so expensive.

for me, function is no. 1, and style is no. 2. then price is no. 3 as a final will i take it or not. well, maybe for footwear cases. that's why i'm not really a shoes-addict right now, or maybe it because i can't afford myself yet for all those cute pair of shoes that captured my heart. but that's me, i've got to think twice on how i spend my money. for footwear case, for me it is more like investments. i should choose based on these consideration: comfortable, durable and good quality.

as i said, footwear can be so expensive. sometimes i just can't help myself when i really really want a fancy thing. on that situation, i just told myself to be patience. just be patience for sale season. ha ha ha... so i can get the half price. i don't care if the model is out-of-date, i'm chasing the function not the style, remember. 

how about you. how do you choose your footwear?

Thursday, April 28, 2016

ayam krispi barbekyu

salah satu menu favorit makan siang di kantin kantor terdahulu. berikut resepnya yang saya kombinasikan dengan hasil googling. bahan mudah, cara masak mudah... sengaja cari yang gampang secara saya belum terlalu ahli di dapur, hehehe...

Ayam Krispi Barbekyu

bahan ayam krispi:
- ayam utuh (boleh potong 12 bagian atau difillet daging nya, biasanya kulitnya saya buang)
- 1 sdt garam
- 1 sdt merica
- 1 cm jahe (diparut)
- 1 btr telur (dikocok biasa pake garpu)
- tepung sagu secukupnya
- minyak untuk menggoreng

bahan saus barbekyu:
- 1 sdm margarin
- 6 sdm saus tomat
- 2 sdm kecap manis
- 1,5 sdm gula pasir
- 1.5 sdm minyak wijen
- air secukupnya
- 0.5 sdm air perasan lemon/jeruk nipis

cara memasak:
1. cuci bersih ayam, tiriskan airnya, letakkan dalam wadah dan masukkan garam, merica dan jahe. aduk-aduk dan ratakan ke semua bagian ayam. setelah semua rata, diamkan 15menit atau masukkan kulkas.
2. panaskan minyak, sambil menunggu celupkan ayam ke piring berisi kocokan telur, angkat kemudian masukkan ke piring berisi tepung sagu. pastikan semua bagian ayam terkena tepung sagu dan tepung dalam keadaan kering, kemudian goreng dengan api kecil hingga matang. angkat dan tiriskan.
3. saatnya membuat saus... siapkan penggorengan dengan api sedang, masukkan semua bahan saus, tambahkan air secukupnya hingga tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental. cicipin sesuai selera.
4. matikan api dan masukkan ayam krispinya sambil diaduk hingga bagian ayam terkena saus.
5. angkat dan hidangkan dalam piring saji, taburi wijen secukupnya.

selesai...! enak dimakan dengan nasi anget atau dingin.





















tanda anda berhasil:
- meski sudah terbalur saus barbekyu, anda tetap bisa merasakan krispi ayamnya
- rasanya enak
- anda makan sampe nasinya nambah ^_^

Tuesday, February 16, 2016

cerita hijab saya

saya lahir di keluarga muslim, dididik dan dibesarkan dengan pengenalan dan pengamalan ajaran Islam. sebagai anak perempuan, sejak kecil saya diberi pengertian tentang kewajiban untuk menutup aurat. orang tua saya tidak memaksakan atau memakaikan hijab kepada saya sejak kecil. bagi mereka yang terpenting saya memahami bahwa muslimah wajib menutup aurat di depan orang yang bukan muhrim nya. pembicaraan tentang memakai hijab adalah salah satu diskusi saya dengan mama secara santai dan tidak banyak tuntutan. pernah ketika saya masih SD saya mengatakan ke mama nanti saja pas SMP, eh SMA, eh kuliah, eh ... hingga akhirnya mama meninggal pada 10 Juni 2010 dan saya kehilangan teman diskusi dan panutan saya.

keinginan berhijab selalu saya sematkan dalam hati. memantapkan diri untuk mulai berhijab lah yang masih ditimbang-timbang. pada Juni 2009 ketika saya interview pertama kali di perusahaan tempat saya bekerja sekarang, saya pun menanyakan, "jika saya nanti memutuskan untuk berhijab, apakah ada ketentuannya untuk posisi yang akan saya tempati?", dan saya mendapatkan penjelasan bahwa untuk posisi front-liner ketentuan yang berlaku saat itu seragamnya tidak boleh berhijab, namun di posisi lain diperbolehkan. ok, dapat dipahami.

pertengahan tahun 2012 keinginan berhijab semakin bertambah. saya bersyukur karena selama saya kost dan kerja di Jakarta selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik. saya mulai membaca kisah-kisah inspiratif yang dapat menghibur kedukaan saya atas perginya mama dan menginspirasi saya untuk lebih ikhlas dan tawakal. hingga pada Desember 2012 saya membaca artikel tentang gadis yang memilih terlihat cantik di mata Pencipta nya. sesuatu dalam cerita tersebut menggugah hati dan menyadarkan saya, hingga saya memutuskan untuk mulai belajar berhijab sejak Januari 2013.

saat itu saya sebut belajar karena saya belum memiliki banyak baju yang tidak ketat dan menutup aurat. belajar karena saya yang tomboi dan cuek berusaha menata diri menjadi lebih dewasa. belajar dan berharap saya mampu menjalani cobaan yang akan menggoyahkan tekad saya untuk berhijab. cobaan pertama tentunya adalah tuntutan pekerjaan yang belum membolehkan seragamnya untuk berhijab. namun saat itu saya tanggapi dengan fleksibel dan yang namanya juga belajar, sehingga saya berhijab ketika berangkat-pulang kantor dan jika main keluar kost. saya tidak berhijab pada saat jam kerja sesuai posisi tugas saya. setahun penuh saya lepas-pasang hijab. aneh memang... di satu saat orang melihat saya tak berhijab, satu saat lainnya mereka melihat saya berhijab. bahkan ada seorang teman expatriat yang secara langsung bertanya kepada saya, "kenapa kamu lepas-pasang hijabmu, kenapa tidak kamu pakai saja sepanjang hari?" dan saya pun menjelaskan karena ketentuan perusahaan terhadap posisi saat ini. lebih lanjut dia menanyakan, "are you comfortable with that?", yang hanya bisa saya jawab, "no, but i have no choice at the moment".

saya lupa pada akhir 2013 atau awal 2014, saya memantapkan diri saya untuk memilih berhijab dan hal ini pun saya sampaikan pada atasan saya. bahwa saya sudah mantap untuk full-berhijab dan sudah tidak nyaman berlepas-pasang hijab lagi. dengan bijak beliau berkata akan akan berkonsultasi dengan atasan kami untuk solusi yang terbaik. dan kami berdua pun menyiapkan hati untuk kemungkinan bahwa kami tidak akan satu tim lagi. disini saya merasakan cobaan antara memakai hijab dan melepaskan posisi pekerjaan yang sudah saya rintis bertahun-tahun. tak hanya itu, saya mendapat cobaan lagi ketika papa berpulang pada 8 Januari 2014. saya semakin bimbang dan bertanya-tanya, saya harus beradaptasi dengan kondisi tanpa orang tua, merantau di Jakarta, masih harus beradaptasi dengan pekerjaan baru atau yang terburuk beradaptasi dengan perusahaan baru jika memang saya harus resign.

saya hanya bisa pasrah, banyak berdoa dan tawakal, dan belajar untuk lebih ikhlas. saya hanya berharap bahwa Allah akan menguatkan niat saya dan memberikan jalan yang terbaik.

pertengahan 2014 saya bergabung dengan tim baru pada posisi yang dapat mengakomodir saya untuk berhijab secara full, masih di perusahaan yang sama tempat saya bekerja saat ini. saya bersyukur bahwa saya mendapat jalan keluar yang terbaik. meskipun posisi baru ini terasa berat karena saya harus cepat belajar untuk menguasai tuntutan pekerjaannya yang selalu dinamis. terkadang saya pun menangis sendiri di kost-an untuk melepas penat dan menenangkan diri. saya pun banyak berdoa untuk lebih dikuatkan dan diberikan yang terbaik lagi.

saya bersyukur karena sekarang hijab adalah bagian dari diri saya. hijab melengkapi, menguatkan, mendewasakan dan secara tak langsung selalu mengingatkan atau menjaga diri saya dalam keadaan sadar dan berpikiran jernih dalam menghadapi cobaan atau masalah.

inilah cerita hijab saya yang tak akan bosan saya ceritakan berulang kali setiap ada teman yang menanyakan, "sejak kapan?", "kenapa?", dan "apa yang membuatmu memutuskan berhijab?". saya bukan ahli agama, saya bukan pendakwah, saya hanya orang yang masih terus belajar namun saya memiliki komitmen untuk selalu berbuat kebaikan, seperti halnya yang diajarkan orang tua saya. saya tidak berani menggurui orang lain, namun saya berharap cerita saya mampu menginspirasi orang lain ke arah kebaikan apapun itu.