Tuesday, April 19, 2011

who's to blame

ketika seseorang berada di posisi tidak ingin disalahkan *dalam bahasa jawa: ketiban awu anget*, secara alami dia akan cenderung berusaha menceritakan keseluruhan cerita: latar belakang, permulaan, pada prakteknya, hingga sampai pada posisi dia saat ini. hal itu disebut pembelaan.

seringkali orang lain pada posisi menyalahkan tidak mau mendengar atau menerima pembelaannya. karena pada dasarnya orang tersebut juga tidak mau disalahkan, sehingga dia hanya mau mendengar cara praktis yang dia inginkan saat itu juga, yaitu solusi.

karena butuh waktu untuk menganalisa. pada dasarnya analisa bukan hanya bertujuan menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah. tapi sesekali analisa juga bisa menunjukkan solusi. dan butuh kebesaran hati juga untuk mengakui kesalahan.

this post is my reflection. so analyze that!

1 comment:

clinicoustic said...

lmao, kok ngerti "ketiban awu anget" barang umak yan?? mending ketiban awu anget, timbang ngicak telek anget.. wkwkwkkkk