Tuesday, July 12, 2016

bold lips make up look

two weeks from now my best friend is getting married. so excited karena aku dikasih kain seragam buat kebaya kutubaru, ya ala-ala bridesmaid gitu biar kekinian kalo foto bareng. pastinya pingin tampil beda dong dari biasanya, sampe janjian ama tetangga yang seorang perias biar riasanku ngimbangin kostum kebaya nya. tapi apa dikata, si mas perias ada job keluar kota =(

time for plan B... aku suka nonton vlog tutorial di youtube, salah satu yang kusuka itu Suhay Salim, karena durasi video ga kelamaan, penjelasannya to the point dan gampang dimengerti. so for the first time i tried to redo a makeup tutorial from her, and i choose Bold Lips look, link here.
and below is my result =)


why i chose to redo this look?
1. waktu liat videonya sepertinya gampang. kecuali bagian bikin eyelinernya, aku masih perlu latian lagi.
2. look ini oke juga buat ke party. mudah diaplikasikan sendiri ke muka dan karena lipstiknya yang bold bikin tampilan jadi beda dari makeup keseharian yang cenderung natural.
3. yang terpenting, karena aku bisa redo tampilan ini dengan makeup yang sudah aku punya sekarang.

jadi ini produk yang aku pake tadi:
- Maybelline Fashion Brow Duo Shaper - Gray
- LT Pro Eye Shadow Primer
- The Body Shop Eye Pallete - Smoky Brown
- Maybelline Lasting Drama Gel Eyeliner - Black
- Maybelline Magnum Volum Express
- X-pert Natural Eyelashes - 06B
- Maybelline Clear Smooth All in One - Nude Beige
- Maybelline Cheeky Glow - Peachy Sweetie
- Maybelline Color Sensational Lipstick - 435 Plum Perfect

aku belum punya foundation, biasanya pake BB Cream tapi ga kebawa, jadi aku pake bedak padat dan spons nya dibasahin dikit.
teruss aku juga belum punya bronzer, highlight dan shading, jadi aku pake dari eyeshadow pallete untuk shading hidung dan contour pipi.

so that's it. me in this look, yay or nay? i will definitely redo another tutorial look when i get time.

Tuesday, June 28, 2016

my cooking skills


saya bukanlah orang yang terampil di dapur, tetapi intelegensia dan logika saya cukup bagus dalam mengikuti instruksi... dalam hal ini resep masakan.
saya juga masih asing dengan nama rempah-rempah dan bahan masakan, tetapi di jaman sekarang hal itu bukan masalah lagi karena di supermarket sudah ada tulisan nama-nama rempah dan bahan di label harga nya.
dalam hal mengolah masakan, saya rasa 'feeling' saya cukup bagus meski harus banyak berlatih dalam hal meracik bumbu... tambah garam... tambah gula... tambah merica... dll. hal ini karena Mama (almh) orangnya tidak suka menggunakan penyedap rasa/micin pada masakannya.
jadi buat para pensiunan gadis tomboi (seperti saya)... memasak itu 'ilmu kadut' yang anda pasti bisa... jadi jangan kuatir. kalau ingin memasak, masak aja... ga usah kuatir ga enak.. masalah rasa akan semakin membaik dengan seringnya anda memasak.

footwear case

you gain something, you lost something. i'm sure you ever heard that. and for my footwear case, you gain comfy, you loose style. you gain comfy, you lost money. ha3x, in indonesian language the last one would be: ada harga, ada rupa.  i dunno why footwear can be so expensive.

for me, function is no. 1, and style is no. 2. then price is no. 3 as a final will i take it or not. well, maybe for footwear cases. that's why i'm not really a shoes-addict right now, or maybe it because i can't afford myself yet for all those cute pair of shoes that captured my heart. but that's me, i've got to think twice on how i spend my money. for footwear case, for me it is more like investments. i should choose based on these consideration: comfortable, durable and good quality.

as i said, footwear can be so expensive. sometimes i just can't help myself when i really really want a fancy thing. on that situation, i just told myself to be patience. just be patience for sale season. ha ha ha... so i can get the half price. i don't care if the model is out-of-date, i'm chasing the function not the style, remember. 

how about you. how do you choose your footwear?

Thursday, April 28, 2016

ayam krispi barbekyu

salah satu menu favorit makan siang di kantin kantor terdahulu. berikut resepnya yang saya kombinasikan dengan hasil googling. bahan mudah, cara masak mudah... sengaja cari yang gampang secara saya belum terlalu ahli di dapur, hehehe...

Ayam Krispi Barbekyu

bahan ayam krispi:
- ayam utuh (boleh potong 12 bagian atau difillet daging nya, biasanya kulitnya saya buang)
- 1 sdt garam
- 1 sdt merica
- 1 cm jahe (diparut)
- 1 btr telur (dikocok biasa pake garpu)
- tepung sagu secukupnya
- minyak untuk menggoreng

bahan saus barbekyu:
- 1 sdm margarin
- 6 sdm saus tomat
- 2 sdm kecap manis
- 1,5 sdm gula pasir
- 1.5 sdm minyak wijen
- air secukupnya
- 0.5 sdm air perasan lemon/jeruk nipis

cara memasak:
1. cuci bersih ayam, tiriskan airnya, letakkan dalam wadah dan masukkan garam, merica dan jahe. aduk-aduk dan ratakan ke semua bagian ayam. setelah semua rata, diamkan 15menit atau masukkan kulkas.
2. panaskan minyak, sambil menunggu celupkan ayam ke piring berisi kocokan telur, angkat kemudian masukkan ke piring berisi tepung sagu. pastikan semua bagian ayam terkena tepung sagu dan tepung dalam keadaan kering, kemudian goreng dengan api kecil hingga matang. angkat dan tiriskan.
3. saatnya membuat saus... siapkan penggorengan dengan api sedang, masukkan semua bahan saus, tambahkan air secukupnya hingga tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental. cicipin sesuai selera.
4. matikan api dan masukkan ayam krispinya sambil diaduk hingga bagian ayam terkena saus.
5. angkat dan hidangkan dalam piring saji, taburi wijen secukupnya.

selesai...! enak dimakan dengan nasi anget atau dingin.





















tanda anda berhasil:
- meski sudah terbalur saus barbekyu, anda tetap bisa merasakan krispi ayamnya
- rasanya enak
- anda makan sampe nasinya nambah ^_^

Tuesday, February 16, 2016

cerita hijab saya

saya lahir di keluarga muslim, dididik dan dibesarkan dengan pengenalan dan pengamalan ajaran Islam. sebagai anak perempuan, sejak kecil saya diberi pengertian tentang kewajiban untuk menutup aurat. orang tua saya tidak memaksakan atau memakaikan hijab kepada saya sejak kecil. bagi mereka yang terpenting saya memahami bahwa muslimah wajib menutup aurat di depan orang yang bukan muhrim nya. pembicaraan tentang memakai hijab adalah salah satu diskusi saya dengan mama secara santai dan tidak banyak tuntutan. pernah ketika saya masih SD saya mengatakan ke mama nanti saja pas SMP, eh SMA, eh kuliah, eh ... hingga akhirnya mama meninggal pada 10 Juni 2010 dan saya kehilangan teman diskusi dan panutan saya.

keinginan berhijab selalu saya sematkan dalam hati. memantapkan diri untuk mulai berhijab lah yang masih ditimbang-timbang. pada Juni 2009 ketika saya interview pertama kali di perusahaan tempat saya bekerja sekarang, saya pun menanyakan, "jika saya nanti memutuskan untuk berhijab, apakah ada ketentuannya untuk posisi yang akan saya tempati?", dan saya mendapatkan penjelasan bahwa untuk posisi front-liner ketentuan yang berlaku saat itu seragamnya tidak boleh berhijab, namun di posisi lain diperbolehkan. ok, dapat dipahami.

pertengahan tahun 2012 keinginan berhijab semakin bertambah. saya bersyukur karena selama saya kost dan kerja di Jakarta selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik. saya mulai membaca kisah-kisah inspiratif yang dapat menghibur kedukaan saya atas perginya mama dan menginspirasi saya untuk lebih ikhlas dan tawakal. hingga pada Desember 2012 saya membaca artikel tentang gadis yang memilih terlihat cantik di mata Pencipta nya. sesuatu dalam cerita tersebut menggugah hati dan menyadarkan saya, hingga saya memutuskan untuk mulai belajar berhijab sejak Januari 2013.

saat itu saya sebut belajar karena saya belum memiliki banyak baju yang tidak ketat dan menutup aurat. belajar karena saya yang tomboi dan cuek berusaha menata diri menjadi lebih dewasa. belajar dan berharap saya mampu menjalani cobaan yang akan menggoyahkan tekad saya untuk berhijab. cobaan pertama tentunya adalah tuntutan pekerjaan yang belum membolehkan seragamnya untuk berhijab. namun saat itu saya tanggapi dengan fleksibel dan yang namanya juga belajar, sehingga saya berhijab ketika berangkat-pulang kantor dan jika main keluar kost. saya tidak berhijab pada saat jam kerja sesuai posisi tugas saya. setahun penuh saya lepas-pasang hijab. aneh memang... di satu saat orang melihat saya tak berhijab, satu saat lainnya mereka melihat saya berhijab. bahkan ada seorang teman expatriat yang secara langsung bertanya kepada saya, "kenapa kamu lepas-pasang hijabmu, kenapa tidak kamu pakai saja sepanjang hari?" dan saya pun menjelaskan karena ketentuan perusahaan terhadap posisi saat ini. lebih lanjut dia menanyakan, "are you comfortable with that?", yang hanya bisa saya jawab, "no, but i have no choice at the moment".

saya lupa pada akhir 2013 atau awal 2014, saya memantapkan diri saya untuk memilih berhijab dan hal ini pun saya sampaikan pada atasan saya. bahwa saya sudah mantap untuk full-berhijab dan sudah tidak nyaman berlepas-pasang hijab lagi. dengan bijak beliau berkata akan akan berkonsultasi dengan atasan kami untuk solusi yang terbaik. dan kami berdua pun menyiapkan hati untuk kemungkinan bahwa kami tidak akan satu tim lagi. disini saya merasakan cobaan antara memakai hijab dan melepaskan posisi pekerjaan yang sudah saya rintis bertahun-tahun. tak hanya itu, saya mendapat cobaan lagi ketika papa berpulang pada 8 Januari 2014. saya semakin bimbang dan bertanya-tanya, saya harus beradaptasi dengan kondisi tanpa orang tua, merantau di Jakarta, masih harus beradaptasi dengan pekerjaan baru atau yang terburuk beradaptasi dengan perusahaan baru jika memang saya harus resign.

saya hanya bisa pasrah, banyak berdoa dan tawakal, dan belajar untuk lebih ikhlas. saya hanya berharap bahwa Allah akan menguatkan niat saya dan memberikan jalan yang terbaik.

pertengahan 2014 saya bergabung dengan tim baru pada posisi yang dapat mengakomodir saya untuk berhijab secara full, masih di perusahaan yang sama tempat saya bekerja saat ini. saya bersyukur bahwa saya mendapat jalan keluar yang terbaik. meskipun posisi baru ini terasa berat karena saya harus cepat belajar untuk menguasai tuntutan pekerjaannya yang selalu dinamis. terkadang saya pun menangis sendiri di kost-an untuk melepas penat dan menenangkan diri. saya pun banyak berdoa untuk lebih dikuatkan dan diberikan yang terbaik lagi.

saya bersyukur karena sekarang hijab adalah bagian dari diri saya. hijab melengkapi, menguatkan, mendewasakan dan secara tak langsung selalu mengingatkan atau menjaga diri saya dalam keadaan sadar dan berpikiran jernih dalam menghadapi cobaan atau masalah.

inilah cerita hijab saya yang tak akan bosan saya ceritakan berulang kali setiap ada teman yang menanyakan, "sejak kapan?", "kenapa?", dan "apa yang membuatmu memutuskan berhijab?". saya bukan ahli agama, saya bukan pendakwah, saya hanya orang yang masih terus belajar namun saya memiliki komitmen untuk selalu berbuat kebaikan, seperti halnya yang diajarkan orang tua saya. saya tidak berani menggurui orang lain, namun saya berharap cerita saya mampu menginspirasi orang lain ke arah kebaikan apapun itu.

Monday, December 14, 2015

silky pudding (basic recipe)

pernah ngicipin silky pudding kah? rasanya enak, ringan, seger, adem di perut dan tekstur pudding nya itu loh lembuuut jadi ga perlu ngunyah lagi pas makan, tinggal telen hlep... hmmm... slrrppp...
karena ketagihan makan silky pudding dan kalau mau beli lagi harganya mahal (Rp10-12ribu/pcs) jadi lebih baik bikin sendiri.

googling-googling ternyata buanyaaakk sekali yang share resep nya, jadinya banyak yang harus dibaca, dinalar dengan logika dari segi bahan nya (gampang ga carinya? mahal ga? halal ga?) dan pengolahannya (gampang ga bikinnya), dan akhirnya dipilih resep mana yang mau dicoba.

berikut adalah resep ke-empat dari internet yang saya coba dan paling berhasil dalam mendapatkan tekstur lembut 'silky' nya. pokoknya recommended!

Silky Milky Pudding

bahan:
- 500 ml susu kedelai (kalau pake V-Soy lebih enak tapi mahal, kalau pake punya Giant pilih yang 'less sweet')
- 500 ml susu sapi (pake susu UHT full cream atau low fathasilnya sama-sama enak)
- 200 ml air
- 3 sdt nutrijell tanpa rasa
- 1 sdt gelatin (nah ini agak mahal dan harus cari di toko bahan kue, tapi ga pa-pa takaran resepnya dikit jadi masih sisa banyak buat bikin lagi. oya, cari yang halal ya, saya pake merk Gelita)
- 100 gr gula pasir

itu resep dasarnya. jika mau bikin varian rasa, bisa ditambahkan:
- pewarna makanan
- bubuk/pasta penambah rasa seperti green tea, chocolate, taro, dll (tersedia di toko bahan kue)
untuk takarannya sesuai selera masing-masing

atau kalo ga mau repot, dari resep dasar diatas:
- nutrijell nya bisa langsung pake yang ada varian rasanya

alat:
- cetakan pudding (saya beli cetakan yang ada tutupnya, jadi bisa ditumpuk di dalam lemari es. dan saya pilih yang bahannya tebal dan bisa dicuci-pakai lagi)
- sisanya standart sih: panci, sendok sayur, gelas takar

cara memasak:
-  siapkan/jajarkan cetakan pudding di atas meja
- tuang susu kedelai, susu sapi, dan air ke dalam panci. aduk dan masak dengan api kecil-sedang hingga agak mendidih
- masukkan nutrijell, gelatin, dan gula sambil diaduk
- tambahkan pewarna makanan atau bubuk/pasta penambah rasa, aduk hingga rata
- matikan api, tuang dalam cetakan (kalo di saya, resep ini bisa jadi 15 cup pudding... tergantung dengan bentuk cetakan yang digunakan)
- tunggu agak dingin kemudian tutup dan masukkan dalam kulkas

selesai! bisa dinikmati sebagai pencuci mulut setelah makan, atau dicemil di siang hari yang panas, atau buat berbuka puasa. segerrrr...



















tanda anda berhasil:
- pudding nya terlihat padat, tetapi ketika anda goyang-goyang terlihat seperti belum padat
- jika cetakan dibalik, puddingnya ga jatuh
- ketika anda makan, tekstur puding nya lembuuuuttt banget. dan bisa dimakan pake sedotan.

selamat mencoba!

Thursday, December 10, 2015

movie poster collection

march 2014
february 2014
august 2013
june 2013
november 2012
march 2012
october 2010

Tuesday, December 8, 2015

ten things #guineapig























this ten things about caring Guinea Pig (by me):

1. when you decide to caring Guinea Pig, prepare your commitment, love and care. also some cost to afford their cages, food, toys and maintenance.

2. how many Guinea Pig that you afford to handle. better to have two than one, because they love to be in a group.

3. decide the gender. having male and female Guinea Pig will give you the Guinea Pig baby (pup) in the future. thus you must ready to give more attention and bigger cage when the day is come. if you're not ready, take the same gender.

4. decide what kind of Guinea Pig. do some research, there's several type of Guinea Pig. i choose Abyssinian because that the only kind that i found in the market.. hahaha... beside, those type has a short fur and no need extra care.

5. the habitat. prepare the cage with enough space for them to running around and rest. be creative and make the cage beautiful and cute.

6. the food. Guinea Pig love to eat and sharpen their teeth. don't worry, they won't bite. i fed my Guinea Pig twice a day. they love vegetable and fruit. i also give the rabbit food inside their cage for the snack.

7. cleaning the cage. messy cage will ruin Guinea Pig's cuteness. since i have the small cage, i clean it twice a day. this also to ensure the hygiene of your pet and also your environment.

8. vitamin. your pet also need some vitamin to keep them fit, like vitamin C.

9. the vet. bring your pet to the vet for some check up. the vet will give you some tips that will add your knowledge about your pet.

10. playtime. spare your time to pet your Guinea Pig. let them get used with your hand. be careful, don't squeeze them. usually during the playtime, i also check their weight. especially if you have the female, better you pay attention to their weigh and body, so you will much aware if they pregnant.

Monday, October 26, 2015

bits and pieces: update

what was new from me? a lot of things going on this past months or so. i'm so grateful that everything went well. yet i'm still adjusting with everything.





bits and pieces.

one.: on august first, i was married to this man. it was held at my hometown. i flew back to Jakarta for work after several days of my wedding.
two.: my office transfer me to its branch in Malang, which is my hometown. so i must say farewell to my colleague and friends and Jakarta... and thank you for taking care of me for 7-8 years.
three.: my new colleague at my new office. it was a small team. but now we are much merrier with additional staff members.

Sunday, July 12, 2015

hole

did i move on? i guess not... darn! their absence make the hole in my heart get chronic.